FIN.CO.ID - AHA dan BHA adalah jenis produk yang sering digunakan untuk membantu mengangkat sel kulit mati atau eksfoliasi.
Meskipun kulit secara alami mengalami pengelupasan setiap hari, paparan sinar matahari dan penuaan dapat memperlambat proses ini.
Oleh karena itu, bantuan produk skincare dalam proses eksfoliasi sangat diperlukan untuk menjaga kulit tetap segar dan bercahaya.
Apa itu AHA BHA?
Menurut Healthline, AHA dan BHA adalah jenis asam hidroksi yang digunakan untuk merangsang pengelupasan atau eksfoliasi kulit.
AHA, atau Alpha Hydroxy Acid, terbuat dari bahan alami seperti buah-buahan manis, hewan, atau secara sintetis, sementara BHA, atau Beta Hydroxy Acid, berasal dari sumber alami seperti ekstrak pohon willow atau dibuat secara sintetis.
Menurut Harpers Bazaar, karena sifat larut air, AHA tidak dapat menembus lapisan minyak alami kulit, sehingga lebih cocok untuk kulit kering.
Di sisi lain, BHA, yang larut lemak, dapat menembus lapisan minyak alami kulit, cocok untuk kulit berminyak. Biasanya, AHA dan BHA digunakan dalam produk skincare seperti pembersih, toner, pelembap, scrub, peeling, atau masker.
Kandungan AHA BHA
Untuk memastikan skincare yang digunakan mengandung AHA BHA, perhatikan komposisi bahan aktifnya.
Kandungan AHA
- Asam glikolat
- Asam laktat
- Asam sitrat
- Asam hidroksikaprilat
- Asam hidroksikapriat.
- Sedangkan BHA
- Asam salisilat
- Natrium salisilat
- Ekstrak willow
- Asam beta hidroksibutanoat
- Asam tropis
- Asam tretokanat.
Beberapa produk mengombinasikan AHA dan BHA, namun untuk menghindari pengelupasan berlebihan, keseimbangan keduanya penting.
Disarankan untuk tidak menggunakan AHA dan BHA yang dicampur sendiri, melainkan produk yang sudah dicampur oleh industri kosmetik terpercaya.