Artinya :
Tidak ada penyakit menular, tidak ada ramalan buruk, tidak ada kesialan karena burung hammah, tidak ada sial bulan Safar, dan larilah kamu dari penyakit kusta seperti kamu lari dari singa. (HR Bukhari).
Tak hanya melakukan tradisi sholat tolak bala, masyarakat juga melakukan kegiatan lain seperti berpuasa sunnah, acara selametan (syukuran), ziarah ke makam leluhur, upacara keagamaan ,memberikan sesajen.
Ada juga larangan atau mitos yang dilakukan saat rabu wekasan seperti diantaranya yaitu, dilarang keluar rumah, larangan untuk menikah di hari rabu wekasan.
Mitos untuk menikah di rabu wekasan maka pernikahan bisa berujung pada perceraian, bertengkar terus, dan hal-hal sial lainnya
BACA JUGA:
- 6 Mukjizat Nabi Ibrahim AS yang Tetap Utuh Meski Terkena Api, Bahkan Terlihat Sejak Bayi
- Inilah Keutamaan Serta Manfaat Berwudhu Sebelum Tidur, Simak Yuk!
Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Makki dalam kitab Kanz an-Najah wa al-Surur menjelaskan bahwa melakukan sholat sunnah di Rebo wekasan boleh dikerjakan dengan catatan tidak boleh diniatkan untuk Rebo wekasan. Namun, salat rebo wekasan dapat diniatkan sebagai salat sunah mutlak.
Doa Rabu Wekasan
Lafaz Arab :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ.
وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللّٰهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنَا مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللّٰهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ اِكْفِنَا شَرَّ هٰذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيْ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Bacaan Latin :
Bismillahirrahmanirrahim.