Tata Cara Shalat Istisqa
- Sebelum melakukan shalat istiqa, masyarakat diimbau untuk berpuasa terlebih dahulu selama 3 (tiga) hari.
- Pada hari keempat, seluruh masyarakat berkumpul ditengah lapangan pada waktu yang telah ditentukan.
- Tanpa didahului adzan dan iqamah, imam dan makmum membaca niat shalat istisqa.
- "Ushalli sunnat al-istisqai, rak'ataini mustaqbil al-qiblati (imaman/makmuman) lillahi taala"
- Setelah takbiratul ihram, imam dan makmum melakukan takbir sebanyak 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali takbir pada rakaat kedua.
- Di setiap rakaatnya, imam membaca surat Al-Fatihah dan satu surat pendek secara jelas (jahr).
- Dilanjutkan dengan rukuk, sujud, duduk diantara dua sujud, dan duduk tahiyat akhir di rakaat kedua dengan diakhiri salam.
- Setelah itu, imam menjadi khatib untuk menyampaikan khutbah yang didengarkan oleh seluruh jamaah.
Rukun dan Tata Cara Khutbah Shalat Istisqa
Khutbah terdiri dari 2 khutbah dengan cara berdiri dan sekali duduk diantara kedua khutbah. Sama seperti khutbah pada shalat Id, khatib membaca takbir sebanyak 9 kali pada khutbah kedua dan takbir sebanyak 7 kali pada khutbah kedua.
Adapun materi khutbah yang disampaikan dapat berupa ajakan untuk meminta ampunan atas segala dosa, bertaubat, serta memperbanyak istigfar kepada Allah SWT dengan harapan apa yang menjadi doa dan kebutuhan umat saat terjadi kekeringan ini dapat diijabah.
BACA JUGA:
- Bacaan Niat Shalat Dhuha Arab, Latin, dan Terjemahan Serta Manfaat Bagi yang Mengamalkannya
- Tata Cara dan Waktu Pelaksanaan Shalat Taubat
Setiap mengakhiri khutbah, khatib disunnahkan untuk membaca doa, dengan cara membalikkan badan dan membelakangi jemaaah untuk menghadap kiblat. Kemudian menukar posisi selendang sorban di pundaknya, seraya mengangkat kedua tangan.
Selain sebagai bentuk pengakuan, shalat meminta hujan juga sebagai bentuk ibadah. Sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, shalat meminta hujan adalah salah satu shalat yang sangat diinginkan oleh Allah SWT dan memberikan banyak pahala kepada pelakunya.
Dalam hadis tersebut juga disebutkan bahwa Nabi Muhammad memerintahkan umat Islam untuk meninggalkan aktivitas di ladang dan di rumah, sekaligus mempersiapkan diri dengan berdoa dan bertaubat kepada Allah SWT agar hujan segera turun.
Bayangkan, dengan berdoa dan bertaubat, kita bisa mendapatkan pahala yang besar dan sekaligus mendapatkan keberkahan Allah dalam bentuk hujan yang sangat dibutuhkan.