Sensitivitas yang berlebihan bisa menimbulkan perasaan benci. Untuk itu, kelola sensitivitas kita dengan bijak.
Sebab, orang yang sensitif akan mudah tersinggung. Bahkan orang yang tidak bermaksud untuk menyakiti, kita menilai bahwa ia telah melukai hati kita.
Untuk itu, kelola sensitivitas dengan bijak dan jangan mudah menjadikannya sebagai alasan untuk membenci.
Menghindari Hutang yang Tidak Dibayar
Dalam konteks hutang, Buya Yahya mengatakan jika tidak dibayarkan itu bukan tindakan yang baik. Namun, kita tetap meresponnya tanpa amarah dan dendam.
Buya pun menyarankan untuk membuat perjanjian hitam di atas putih untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Jika si penghutang tidak berkenan untuk melakukan perjanjian hitam di atas putih, bisa dipastikan ia tidak berniat untuk mengembalikannya.
Selain itu, cara yang baik dalam berhutang adalah dengan memberikan jaminan atau kesepakatan yang jelas.
BACA JUGA:
- Bacaan Doa Meminta Hujan Lengkap Arab, Latin, dan Arti, Mohon Keberkahan di Musim Kemarau
- Kisah Nabi Ibrahim: Kekasih Allah yang Penuh dengan Ujian Hidup Serta 6 Mukjizat yang Dimilikinya
Pentingnya Jaminan dalam Hutang
Jaminan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam transaksi hutang menurut Buya Yahya.
Dengan jaminan, orang yang memberi hutang akan merasa aman.
Selain itu, seperti dijelaskan pada poin sebelumnya, bahwa dengan jaminan, kita bisa mengetahui apakah si peminjam akan beretika baik atau tidak.
Jika si peminjam tidak berkenan untuk menggunakan jaminan, bisa dipastikan dirinya punya niat yang tidak baik alias tidak berniat untuk mengembalikan hutangnya.