Ada yang menafsirkan bahwa waktu qailulah yaitu tidur sebelum waktu dhuhur, tetapi ada pula yang menafsirkan setelah masuk waktu dhuhur.
BACA JUGA:
- Bacaan Doa Qunut Nazilah untuk Palestina yang Sedang Dijajah Israel, Umat Muslim Wajib Baca
- 10 Tanda Besar Menjelang Kiamat Menurut Islam yang Perlu Diketahui, Berikut Ini Urutan Kejadiannya
Meski demikian, Rasulullah menganjurkannya pada siang hari sebelum shalat dhuhur atau sesudahnya.
Hal ini seperti dikutip dari buku Back To Sunnah: Teori dan Kajian Empiris Kesehatan karya Haerawati Idris.
Meski demikian, tidur qailulah berfungsi sebagai persiapan supaya bisa melaksanakan qiyam al-lail dengan shalat serta dzikir di malam hari.
Seperti yang dijelaskan Imam al-Ghazali:
القيلولة وهي سنة يستعان بها على قيام الليل كما أن التسحر سنة يستعان به على صيام النهار
Artinya: Tidur qailulah adalah sunnah yang dapat membantu seseorang untuk melaksanakan qiyam al-lail, seperti halnya sahur hukumnya sunnah yang berfungsi untuk membantu seseorang dalam melaksanakan puasa di siang hari. (Al-Ghazali, Ihya’ ulum ad-Din, juz 1, halaman 338)
Tidur singkat ini dapat memberikan energi tambahan dan membantu mengembalikan energi yang terkuras selama menjalani aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA:
- 15 Lagu Religi Islami Terpopuler dan Terbaik Sepanjang Masa, Liriknya Menyentuh Hati
- Sholawat Badar Lengkap dengan Arti dan Keutamaan Membacanya, Syair Pujian untuk Nabi Muhammad
Manfaat tidur di waktu qailulah adalah membantu meningkatkan konsentrasi, mengurangi stres, serta membantu melancarkan sistem pencernaan.
Selain itu, tidur siang yang cukup juga dapat membantu memperbaiki mood dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Rasulullah mencontohkan bahwa menjaga keseimbangan waktu tidur tidak hanya saat malam, tetapi juga di siang hari, merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan dan efisiensi tubuh kita.