Beberapa faktor yang dapat menyebabkan gesekan atau tekanan yang berpotensi menjadi mata ikan meliputi:
· Menggunakan sepatu yang tidak pas (terlalu kecil) atau berhak tinggi.
· Berjalan di luar ruangan tanpa alas kaki.
· Tidak menggunakan kaus kaki saat menggunakan sepatu.
· Memiliki kebiasaan berjalan dengan postur yang tidak tepat, seperti terlalu jinjit.
· Bermain alat musik berdawai, seperti biola atau gitar.
· Menggunakan alat yang memerlukan gerakan atau tekanan berulang tanpa perlindungan, seperti mencangkul.
Selain gesekan dan tekanan, beberapa kondisi juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena mata ikan, antara lain:
· Obesitas.
· Adanya bekas luka atau kutil.
· Kelainan bentuk tangan dan kaki.
· Terpapar virus di lingkungan yang lembab, seperti area pemandian.
Gejala Mata Ikan
Tanda utama dari mata ikan adalah kemunculan benjolan yang berbentuk bulat dan keras pada kulit, yang seringkali menyebabkan kulit menjadi kering atau bersisik. Beberapa kasus mata ikan dapat menyertai peradangan dan rasa nyeri.
Pada mata ikan yang disebabkan oleh virus, benjolan biasanya muncul di tumit dan area penopang kaki lainnya. Ini dapat menyebabkan rasa nyeri saat berjalan atau hanya berdiri.