Bus Trans Putera Fajar Berkali Kali Dijual, Salah Satu Pemilik Ungkap Tidak Cocok Untuk Pariwisata
Bus Trans Putera Fajar sudah berpindah tangan berkali kali sebelum terjadi kecelakaan, salah satu pemilik ungkap bahwa bus tersebut tidak cocok untuk pariwisata
Oleh pemilik pertama di Sumatera tahun 2006, bus itu sempat di di kontrak oleh salah satu pabrik untuk perjalanan operasional karyawan.
Tahun 2010, PO asal Sumatera juga sempat menugaskan bus menjadi Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) melayani trayek Riau menuju Jawa Tengah atau Jawa Timur.
Akhirnya pada tahun 2020, pemilik PO bus asal Sumatera memutuskan memberhentikan operasional bus berbodi Discovery tersebut untuk dilakukan peremajaan.