Setiap gejala pada fase ini biasanya dimulai secara bertahap dan berkembang selama beberapa menit hingga 60 menit.
Kemudian, serangan migrain akan dirasakan selama 4-72 jam jika tidak diobati.
Serangan ini bisa terjadi beberapa kali dalam satu bulan, beragam pada tiap orangnya.
Fase terakhir adalah post-dormal yang terjadi setelah serangan migrain berakhir.
Penderita migrain akan merasakan lelah, bingung, dan tidak berdaya hingga seharian penuh.
Bahkan, gerakan kepala yang tiba-tiba juga bisa menimbulkan rasa sakit lagi untuk sementara.
Mengetahui gejala, riwayat, dan pola sakit kepala sangat penting agar dokter bisa memberikan diagnosis dengan baik.
Penanganan yang tepat untuk pengobatan migrain juga sangat penting untuk meredakan nyeri dan mencegah kekambuhan.
"Catat serangan yang dialami dan cara Anda menanganinya. Segera konsultasi dengan dokter, untuk menyingkirkan adanya masalah medis yang lebih serius serta untuk mendapatkan penanganan yang tepat berdasarkan tipe nyeri kepalanya,” tutur Henry pada Webinar PERDOSNI Migrain Bukan Sakit Kepala Biasa, Kamis, 13 Juni 2024.
Pasalnya, penderita juga bisa mengalami nyeri kepala apabila penggunaan obat yang tidak sesuai atau bahkan berlebihan.
"Obat nyeri kepala, kalau penggunaannya salah, malah memicu sakit kepala itu sendiri," imbuhnya.
Ia mengingatkan untuk membatasi penggunaan obat nyeri kepala, seperti parasetamol, ibuprofen, atau aspirin.
Terlebih, obat tersebut sangat mudah ditemukan dan dibeli tanpa menggunakan resep dokter.
"Jangan sampai penggunaannya dalam waktu satu minggu. Batasi kurang dari 2-3 hari, Misal Senin sudah pakai, Selasa tidak pakai, Rabu pakai, Kamis stop dulu atau kita putar rotasi seperti itu," pungkasnya. (Anisa Amalia).