Perlu dicatat, penurunan libido merupakan salah satu gejala awal andropause yang paling sering dilaporkan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menemukan bahwa 70% pria yang mengalami andropause melaporkan penurunan minat seksual yang signifikan.
Pengaruh andropause terhadap kesehatan mental juga menjadi perhatian.
Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penurunan kadar testosteron dengan peningkatan risiko depresi dan kecemasan.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Davidson dan Briken (1979) menemukan bahwa perubahan hormonal pada pria paruh baya dapat mempengaruhi suasana hati dan perilaku seksual."
Cara Mengatasi Andropause
Meskipun andropause nggak bisa disembuhkan, tapi ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan, seperti:
- Olahraga secara teratur: Olahraga bisa membantu meningkatkan produksi testosteron secara alami.
- Atur pola makan: Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi bisa membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
- Cukup tidur: Istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
- Kelola stres: Stres bisa menurunkan kadar testosteron, jadi penting untuk mencari cara untuk mengelola stres.
- Konsultasi dengan dokter: Jika gejala andropause mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter.
Penting untuk diingat bahwa setiap pria mengalami andropause dengan cara yang berbeda.
Ada yang mengalami gejala yang sangat ringan, bahkan ada juga yang tidak mengalami gejala sama sekali.
Kesimpulan
Tidak semua pria akan mengalami gejala andropause. Hal ini bergantung pada faktor sosial atau kebiasaan seorang.
Jadi, kalau Anda merasa mengalami beberapa gejala di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Dengan penanganan yang tepat, Anda bisa tetap menjalani hidup yang sehat dan bahagia.