Trend . 10/12/2024, 12:21 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Santa Claus nggak cuma populer di Amerika, tapi juga mendunia berkat film, iklan, dan budaya pop.
Bedanya, Santa Claus ini identik banget sama perayaan Natal tanggal 25 Desember.
Tradisi ceritanya juga lebih simpel: Santa naik kereta luncur yang ditarik rusa kutub, masuk ke rumah lewat cerobong asap, dan naruh hadiah di bawah pohon Natal.
Sinterklas dalam tradisi aslinya di Belanda dikenal membagikan hadiah dengan cara yang berbeda dibandingkan Santa Claus.
Alih-alih kereta luncur yang ditarik rusa kutub, Sinterklas biasanya digambarkan naik kuda putih yang dikenal dengan nama Amerigo (atau dalam tradisi modern sering diganti nama lain).
Sinterklas dan asistennya, Zwarte Piet, berkeliling dari rumah ke rumah untuk memberikan hadiah kepada anak-anak yang berperilaku baik.
Kuda putih ini biasanya membantu Sinterklas melintasi atap-atap rumah, di mana Zwarte Piet turun untuk mengantarkan hadiah melalui cerobong asap.
Sebutan "Sinterklas" di Indonesia sebenernya diambil dari tradisi Belanda, mengingat sejarah penjajahan dulu.
Orang Indonesia lebih akrab sama istilah itu daripada "Santa Claus".
Jadi, meskipun di TV atau film kita lihat Santa Claus versi Amerika, tetep aja banyak yang nyebutnya Sinterklas.
Tapi, hal ini bikin banyak orang salah kaprah. Sebenernya, Sinterklas dan Santa Claus punya akar cerita yang sama, tapi berkembang jadi tradisi yang berbeda sesuai budayanya masing-masing.
Meski beda, baik Sinterklas maupun Santa Claus punya pesan yang sama: kebaikan, berbagi, dan kasih sayang.
Di Indonesia sendiri, tradisi ini sering dilewatin dalam bentuk acara bertema Natal di sekolah, gereja, atau komunitas.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media