Latin: Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbari minal Haidil Lillahi Ta’ala
Artinya: “Saya berniat mandi wajib untuk menyucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
Agar mandi wajib sah, terdapat langkah-langkah yang perlu diperhatikan:
- Membaca niat mandi wajib untuk membersihkan diri dari hadas besar.
- Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali untuk menghilangkan kotoran.
- Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang kotor menggunakan tangan kiri.
- Mencuci tangan kembali dengan bersih setelah membersihkan kemaluan.
- Berwudu seperti wudu sebelum salat.
- Membasuh kepala tiga kali hingga air mencapai pangkal rambut.
- Memisah-misah rambut dengan jari agar air meresap ke kulit kepala.
- Mengguyur seluruh tubuh secara merata tanpa ada bagian yang terlewat.
- Membersihkan tubuh dengan sabun dan sampo jika diperlukan.
Hal-Hal Penting dalam Mandi Wajib
- Air yang digunakan harus suci, tidak berubah warna, bau, atau rasa karena kotoran.
- Mandi wajib menggantikan wudu, sehingga tidak perlu wudu lagi setelahnya.
- Pastikan seluruh tubuh terkena air, termasuk bagian tersembunyi seperti sela-sela jari dan lipatan tubuh.
- Hindari penggunaan tutup kepala atau benda lain yang menghalangi air menyentuh rambut.
Mandi wajib setelah haid adalah wujud ketaatan kepada Allah sekaligus upaya menjaga kebersihan dan kesucian diri.
Dengan niat yang tulus dan tata cara yang benar, mandi ini menjadi awal untuk melanjutkan berbagai ibadah dengan kondisi tubuh yang bersih dan suci.