Trend . 14/12/2024, 06:21 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Kesehatan reproduksi sering kali jadi topik yang kurang diperhatikan oleh perempuan, padahal perannya sangat vital untuk menjaga kualitas hidup secara keseluruhan.
Salah satu isu yang kerap terlupakan adalah kanker mulut rahim atau kanker serviks, yang menjadi ancaman serius bagi perempuan di Indonesia.
Faktanya, kanker ini merupakan penyakit kedua terbanyak setelah kanker payudara. Meski begitu, kanker serviks dapat dicegah melalui pemeriksaan rutin.
Dr. dr. H. Ridwan Abdullah Putra, Sp.OG, Subsp.K.Fm, CH menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan reproduksi sangat penting untuk deteksi dini berbagai penyakit, termasuk kanker serviks.
“Sayangilah reproduksi Anda dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin jika ditemukan adanya gangguan atau kelainan yang dirasakan,” katanya seperti dikutip dari ididompu.org.
Pap smear, sebagai salah satu metode deteksi dini kanker serviks, adalah langkah sederhana tapi berdampak besar. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setahun sekali, terutama untuk perempuan yang sudah menikah atau berusia di atas 35 tahun.
Dr. Ridwan menambahkan, “Pemeriksaan dini dilakukan supaya ketika memang terdapat suatu penyakit, bisa diobati sebelum kondisinya semakin parah.”
Selain itu, perempuan yang memiliki keluhan tertentu seperti nyeri panggul, perdarahan abnormal, atau keputihan yang tak biasa disarankan untuk lebih sering melakukan pemeriksaan, bahkan hingga setiap enam bulan sekali.
Kanker serviks sering kali muncul tanpa gejala pada tahap awal, sehingga banyak perempuan yang tidak menyadari keberadaannya.
Namun, ada tanda-tanda kecil yang bisa diwaspadai, seperti:
Endometriosis, salah satu kondisi kesehatan reproduksi lain yang perlu diperhatikan, juga sering kali memiliki gejala yang mirip.
Kondisi ini terjadi saat jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh di luar rahim, dan dapat menyebabkan nyeri hebat serta infertilitas.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media