Trend . 09/07/2026, 14:06 WIB

Ini 5 Penyebab Rumah Terasa Panas Saat Kemarau dan Cara Mengatasinya

Penulis : Ari Nur Cahyo  |  Editor : Ari Nur Cahyo

fin.co.id - Cuaca panas yang ekstrem selama musim kemarau sering kali membuat hunian terasa pengap dan tidak nyaman. Sering kali, penggunaan pendingin ruangan (Air Conditioner/AC) pun tidak cukup efektif menurunkan suhu di dalam rumah. Jika rumah Anda terasa tetap panas meskipun AC sudah menyala, mungkin ada masalah teknis yang perlu segera Anda tangani.

Suhu panas di dalam rumah biasanya bersumber dari beberapa kesalahan teknis pada sistem pendingin maupun struktur bangunan. Berikut adalah penyebab utama rumah terasa panas saat musim kemarau serta cara mengatasinya.

1. Unit AC Sudah Usang

Unit AC yang terlalu tua menjadi penyebab nomor satu suhu ruangan tetap panas. Stack merekomendasikan penggantian unit AC setiap 12 hingga 15 tahun agar performanya tetap prima. Jika AC terus-menerus bekerja namun suhu ruangan tidak pernah mencapai titik dingin yang diinginkan atau kelembapan tetap tinggi, sudah saatnya Anda mempertimbangkan untuk memasang unit baru.

2. Insulasi Rumah dan Loteng Kurang Maksimal

Insulasi yang buruk membuat suhu ruangan tidak konsisten. Jika rumah tidak memiliki insulasi yang tepat, panas dari luar akan dengan mudah merembes melalui dinding. Selain itu, loteng yang tidak terisolasi dengan baik akan menyebabkan unit AC bekerja jauh lebih keras karena beban pendinginan yang meningkat. Pastikan rumah Anda memiliki sistem insulasi yang rapat agar suhu dingin tetap terjaga di dalam ruangan.

3. Celah pada Pintu dan Jendela
Celah kecil pada kusen pintu dan jendela memungkinkan udara panas dari luar masuk ke dalam rumah. Hal ini menciptakan aliran udara yang memaksa AC bekerja lebih ekstra dan meningkatkan tingkat kelembapan. Anda bisa menggunakan busa semprot (expandable foam) atau selotip busa yang banyak tersedia di toko perkakas untuk menutup celah tersebut guna memastikan ruangan tertutup rapat.

4. Saluran Udara (Ducting) Bermasalah

Saluran udara bertanggung jawab menyalurkan udara dingin ke seluruh penjuru rumah. Jika saluran tersebut bocor atau tidak terpasang dengan benar, udara dingin justru terbuang percuma sebelum mencapai ruangan. Tanda-tanda kerusakan pada saluran udara meliputi aliran udara yang lemah, suara bising saat AC dinyalakan, atau munculnya debu/insulasi yang keluar melalui ventilasi. Segera hubungi teknisi jika Anda menemukan indikasi ini.

5. Mengabaikan Perawatan Rutin
Banyak pemilik rumah melewatkan pemeriksaan perawatan tahunan sehingga sistem AC menjadi tidak efisien. Stack menyarankan Anda memanggil tenaga profesional setidaknya dua kali setahun untuk memastikan seluruh komponen berfungsi baik sebelum memasuki puncak musim kemarau. Selain itu, pastikan Anda mengganti filter udara secara rutin dan membersihkan unit luar (outdoor) dari kotoran atau serpihan daun yang menyumbat aliran udara.

Pemeriksaan berkala tidak hanya menjaga suhu rumah tetap sejuk, tetapi juga memperpanjang umur sistem pendingin Anda. Jangan biarkan rumah Anda bekerja ekstra keras menahan panas; lakukan langkah pencegahan sekarang agar hunian tetap nyaman di tengah teriknya musim kemarau.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com