Meski demikian, Dhaka juga ramai dikunjungi wisatwan. Terlepas dari masalah lingkungannya, Dhaka menawarkan sekilas pandang yang menarik ke jantung budaya Bangladesh. Naik perahu tradisional di Sungai Buriganga dan pasar lokal yang semarak memamerkan pesona asli kota ini.
Tips perjalanan di kota Dhaka:
Gunakan air minum kemasan dan hindari makanan kaki lima untuk meminimalkan risiko kesehatan.
Gunakan layanan transportasi pribadi atau yang memiliki peringkat bagus untuk perjalanan yang lebih aman.
Rencanakan kunjungan ke permata arsitektur seperti Ahsan Manzil dan Benteng Lalbagh di luar jam sibuk.
3. Kairo, Mesir
Kairo, kota terbesar di dunia Arab, adalah kota metropolitan yang ramai yang memadukan sejarah kuno dengan kehidupan modern. Sayangnya, urbanisasi yang tidak terkendali, kemacetan lalu lintas, dan pembakaran sampah terbuka berkontribusi terhadap polusi udara dan tanah yang signifikan.
Kebanyakan wisatawan atang ke sini karena daya tarik Kairo terletak pada keajaiban kunonya. Piramida Agung Giza, Sphinx, dan Museum Mesir adalah objek wisata sejarah yang tak tertandingi.
Tips perjalanan di Kairo:
Kunjungi selama bulan-bulan musim dingin saat suhu dan tingkat kabut asap lebih rendah.
Pertimbangkan tur berpemandu untuk memperlancar pengalaman Anda dan menghindari daerah yang kacau.
Pilih akomodasi di dekat objek wisata untuk mengurangi waktu perjalanan.
4. Jakarta, Indonesia
Ibu kota Indonesia, Jakarta, adalah kota yang ramai dengan perpaduan gedung pencakar langit modern, arsitektur kolonial, dan pasar tradisional.
Namun, kota ini menghadapi tantangan yang signifikan dari banjir, pengelolaan sampah yang buruk, dan lalu lintas padat memperburuk polusi udara.