Religi . 25/12/2024, 09:30 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Pada tahun 336 Masehi, Kaisar Romawi Konstantinus, yang merupakan Kaisar Romawi Kristen pertama, secara resmi menetapkan 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus.
Sebelumnya, tanggal ini digunakan untuk merayakan festival Sol Invictus, atau Hari Kelahiran Matahari Tak Terkalahkan, yang menghormati dewa matahari.
Setelah Konstantinus memeluk agama Kristen, dia memutuskan untuk mengganti festival pagan tersebut dengan perayaan Natal.
Langkah ini dianggap penting dalam penyebaran agama Kristen di seluruh Kekaisaran Romawi.
Keputusan tersebut menciptakan penghubung antara tradisi Kristen dan perayaan pagan yang sudah ada.
Ilustrasi Peradaban Romawi Kuno
Penetapan tanggal 25 Desember juga dipengaruhi oleh berbagai festival pagan Romawi kuno, seperti festival Saturnalia dan festival Mithra yang merayakan dewa cahaya Persia.
Festival-festival ini merayakan titik balik matahari musim dingin, saat hari mulai lebih panjang.
Gereja Kristen memilih tanggal tersebut untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus, yang dikenal sebagai "Terang Dunia". Ini memberikan makna simbolis bahwa Yesus datang membawa harapan baru bagi umat manusia.
Dengan cara ini, gereja Kristen berusaha untuk menyatukan kedua tradisi, memudahkan transisi bagi masyarakat Romawi yang sebelumnya merayakan festival pagan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media