Busi yang kotor, aus, atau tidak bekerja dengan baik bisa menyebabkan starter gagal.
Langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:
-
Cabut busi dan periksa kondisinya. Jika busi terlihat kotor, bersihkan menggunakan amplas halus atau sikat logam.
-
Jika busi sudah aus atau elektroda terlalu tipis, ganti dengan busi baru.
-
Pastikan kabel pengapian tidak putus, kendor, atau berkarat. Kabel yang rusak perlu diganti segera.
Tips penting: Selalu gunakan busi yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan untuk performa optimal.
3. Pastikan Aliran Bahan Bakar Lancar
Motor tidak akan menyala jika aliran bahan bakarnya terganggu.
Ini bisa disebabkan oleh tangki bensin yang kosong, sumbatan pada karburator, atau injektor yang kotor (pada motor injeksi).
Masalah ini cukup umum, terutama jika motor jarang diservis atau sering digunakan dengan bahan bakar berkualitas rendah.
Cara mengatasinya:
-
Periksa tangki bensin dan pastikan bahan bakar masih mencukupi.
-
Untuk motor karburator, lakukan pembersihan karburator secara rutin agar aliran bahan bakar tetap lancar.
-
Pada motor injeksi, pastikan injektor bersih dari sumbatan. Jika tidak yakin cara membersihkannya, bawa motor ke bengkel resmi.
Catatan: Gunakan bahan bakar berkualitas baik untuk mencegah endapan atau sumbatan pada sistem bahan bakar.
4. Perhatikan Kondisi Dinamo Starter
Dinamo starter adalah komponen penting yang bertugas untuk mengubah energi listrik menjadi tenaga mekanis saat tombol starter ditekan.
Jika kamu mendengar bunyi aneh atau motor sama sekali tidak merespons ketika tombol starter ditekan, kemungkinan masalahnya ada pada dinamo starter.
Langkah perbaikan: