Trend . 28/12/2024, 16:13 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id - Perkembangan transportasi bus membuat banyak perjalanan antar kota atau pariwisata, lebih memilih menggunakan jalur darat dengan bus.
Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) ataupun Pariwisata, kini kerap digunakan untuk melakukan perjalanan dengan rute atau trayek yang jauh sekali perjalanan.
Umumnya bus dengan perjalanan jauh selalu memanfaatkan rumah makan, untuk memberikan waktu istirahat untuk pengemudi dan dapur pacu mesin.
Namun apakah kalian sadar, bahwa pengemudi jarang mematikan mesin saat bus sedang berhenti di rumah makan atau tempat oleh oleh.
Cara tidak mematikan mesin bus bukanlah sekedar ingin hanya membuang buang solar, namun pengemudi tersebut mempunyai tujuan khusus.
Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan mengungkapkan, mesin bus sengaja tidak dimatikan guna menjaga kenyamanan.
"Misalnya saat berhenti di rest area tidak semua penumpang turun, kalau mesin dimatikan lalu dihidupkan kembali, butuh proses untuk mendinginkan kabin," ungkap Kurnia Lesani Adnan saat di kutip.
Menurutnya, perlu membutuhkan waktu sekitar 15 sampai 30 menit untuk mendinginkan seluruh kabin bus usai mesin dimatikan.
Selain itu mesin diesel bus kebanyakan sudah menggunakan turbo, sehingga cenderung sangat sensitif jika terlalu sering dimatikan dan dinyalakan.
"Terlebih juga mesin diesel memerlukan kompresi padat serta suhu panas agar bekerja dengan baik. Berbanding terbaik dengan mesin bensin, yang jika proses panasnya tak merata maka tak akan berpengaruh pada turbonya," jelasnya.
Meski begitu tetap ada beberapa pengemudi bus yang akan mematikan mesin saat berhenti, tergantung standar operasional prosedur (SOP) perusahaan masing masing.
"Kalau kami PO SAN di rumah makan itu pasti mesin akan kami matikan, karena kru kami saat berhenti di rumah makan itu pasti mereka akan membersihkan kabin," ucapnya.
Mematikan mesin atau tidak tergantung dari perusahaan tempat pengemudi itu bekerja, tentunya untuk kenyamanan seluruh penumpang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media