Trend . 12/01/2025, 13:09 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Hal ini juga memberikan kesempatan untuk tampil segar dan rapi selama perayaan.
Kata-kata memiliki kekuatan dalam budaya Tionghoa.
Oleh karena itu, pada hari pertama Imlek, semua orang dianjurkan untuk berbicara dengan penuh kebaikan dan menghindari kata-kata kasar, negatif, atau pesimis.
Ucapan seperti "mati," "sakit," "bangkrut," atau "sial" diyakini dapat membawa energi buruk yang memengaruhi kehidupan selama setahun ke depan.
Sebaliknya, gunakan kata-kata yang positif, penuh harapan, dan membangun.
Tradisi ini tidak hanya menciptakan suasana harmonis, tetapi juga memperkuat harapan baik di tahun baru.
Menangis, bertengkar, atau menunjukkan emosi negatif lainnya dianggap pantangan besar pada hari Imlek.
Jika seseorang menangis pada hari pertama tahun baru, hal itu dipercaya akan membawa kesedihan sepanjang tahun.
Oleh karena itu, orang tua biasanya berusaha menciptakan suasana gembira dan menghindari teguran keras kepada anak-anak mereka selama perayaan ini.
Tradisi ini bertujuan untuk menjaga keharmonisan keluarga dan memastikan tahun baru dimulai dengan penuh kegembiraan.
Warna hitam dan putih sering diasosiasikan dengan duka cita dalam budaya Tionghoa, sehingga dianggap tidak pantas dikenakan saat Imlek.
Sebagai gantinya, warna merah menjadi pilihan utama karena melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan keberanian.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media