Trend . 19/01/2025, 14:04 WIB
Penulis : Sahroni | Editor : Sahroni
fin.co.id - Ketindihan, atau dalam istilah medis disebut sleep paralysis merupakan sebuah kondisi aneh yang dialami banyak orang di seluruh dunia.
Bayangkan, jika Anda terbangun di tengah malam, tetapi tubuh terasa terpaku, tak mampu bergerak ataupun berteriak.
Fenomena ini bisa terjadi kapan saja, pagi, siang, maupun malam dan kerap menimbulkan pengalaman menakutkan seperti melihat bayangan atau merasakan kehadiran entitas tak kasat mata.
Dalam tradisi Islam, ketindihan sering dianggap sebagai gangguan dari makhluk halus, seperti jin dan setan.
Menurut ajaran ini, ketindihan disertai gejala seperti kesulitan bernapas, kepanikan, hingga halusinasi.
Mimpi buruk yang dialami selama ketindihan diyakini sebagai gangguan dari setan, sesuai hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. yang mengklasifikasikan mimpi menjadi tiga jenis: kabar gembira dari Allah, mimpi menakutkan dari setan, dan mimpi karena ilusi atau khayalan.
Untuk mencegah ketindihan, umat Islam dianjurkan membaca doa-doa sebelum tidur, seperti Ayat Kursi, Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas.
Selain itu, menjaga kebersihan hati dengan memperbanyak dzikir dan memastikan tempat tidur yang bersih dan nyaman menjadi langkah pencegahan tambahan yang dianjurkan.
Ketika ketindihan terjadi, menggoyangkan tubuh atau membaca doa-doa tertentu dapat membantu membebaskan diri dari kondisi menakutkan ini.
Di sisi medis, ketindihan terjadi ketika tubuh berada di antara fase tidur dan terjaga. Proses tidur terdiri dari dua fase utama: NREM (Non-Rapid Eye Movement) dan REM (Rapid Eye Movement).
Saat memasuki fase REM, tubuh mengalami kelumpuhan sementara untuk mencegah gerakan fisik sesuai mimpi.
Ketindihan terjadi ketika seseorang tiba-tiba terbangun sebelum fase REM selesai, sehingga tubuh masih terkunci dalam kelumpuhan sementara, meskipun otak sudah sadar.
Gejala ketindihan meliputi ketidakmampuan menggerakkan tubuh atau berbicara, merasakan tekanan di dada, serta halusinasi visual atau auditorik seperti melihat bayangan atau mendengar suara aneh.
Penyebab medis ketindihan cukup beragam, antara lain kurang tidur, jadwal tidur yang tidak teratur, stres atau gangguan mental, penggunaan obat-obatan tertentu, serta penyakit seperti narkolepsi.
Data dari survei tidur nasional menunjukkan bahwa sekitar 8% populasi pernah mengalami ketindihan setidaknya sekali seumur hidup.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media