Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan pendekatan berbeda dalam menentukan awal Ramadhan 2025. Berdasarkan keterangan dari Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), penentuan awal Ramadhan dilakukan dengan dua metode, yakni rukyatul hilal dan hisab.
Meskipun NU akan mulai dengan metode hisab, keputusan akhir tetap akan mengacu pada hasil rukyatul hilal yang dilakukan di akhir bulan Syaban, yang diperkirakan pada 28 Februari 2025. Oleh karena itu, sampai saat ini, NU belum menentukan secara pasti awal Ramadhan 2025 dan menunggu pengamatan hilal yang dilakukan bersama dengan pemerintah.