Trend . 13/02/2025, 14:14 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Jika akibat virus, biarkan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari sambil tetap menjaga kebersihan.
Jika akibat bakteri, gunakan antibiotik tetes mata sesuai resep dokter.
Jangan menyentuh atau mengucek mata karena dapat memperparah infeksi.
Ganti handuk dan sarung bantal secara rutin agar tidak menularkan ke mata lain.
Terlalu lama bekerja di depan komputer atau menatap layar ponsel bisa membuat mata tegang dan kering, yang pada akhirnya menyebabkan mata merah. Solusinya:
Gunakan filter cahaya biru pada layar gadget.
Sesuaikan kecerahan layar agar tidak terlalu terang atau terlalu redup.
Gunakan kacamata khusus untuk mengurangi efek radiasi layar.
Benturan, masuknya debu atau benda asing, serta pemakaian lensa kontak yang salah bisa menyebabkan mata menjadi merah. Untuk mengatasinya:
Jika ada benda asing, jangan menggosok mata. Cuci dengan air bersih atau gunakan larutan saline.
Jika terkena benturan keras, segera kompres dengan es untuk mengurangi pembengkakan.
Hindari penggunaan lensa kontak sampai mata benar-benar sembuh.
Mata merah yang disertai nyeri hebat dan penglihatan buram bisa menjadi tanda glaukoma akut, yaitu peningkatan tekanan dalam bola mata yang harus segera ditangani. Dalam kondisi ini:
Jangan menunda pemeriksaan ke dokter mata karena bisa menyebabkan kebutaan permanen.
Pengobatan bisa berupa obat tetes penurun tekanan mata atau bahkan tindakan medis.
Agar mata merah tidak terjadi berulang kali, terapkan kebiasaan sehat berikut:
Jaga kebersihan mata dengan mencuci tangan sebelum menyentuh area mata.
Gunakan kacamata pelindung saat bekerja dengan bahan kimia atau terpapar debu.
Batasi penggunaan lensa kontak dan pastikan lensa selalu dalam kondisi bersih.
Hindari mengucek mata, terutama jika tangan dalam kondisi kotor.
Perbanyak konsumsi makanan kaya vitamin A seperti wortel, bayam, dan ikan salmon.
Jika cara mengatasi mata merah di atas tidak menunjukkan hasil dalam beberapa hari atau gejalanya semakin parah, sebaiknya segera periksa ke dokter. Waspadai tanda bahaya seperti:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media