10 Kiat agar Pengajuan KPR Disetujui: Cicil Rumah Bukan Lagi Impian

lifestyle.fin.co.id - 24/02/2025, 14:20 WIB

10 Kiat agar Pengajuan KPR Disetujui: Cicil Rumah Bukan Lagi Impian

Agar Pengajuan KPR Disetujui, Image: DALL·E 3

fin.co.id Membeli rumah impian bukan sekadar soal memilih lokasi dan desain. Proses yang lebih krusial adalah memastikan agar pengajuan KPR disetujui oleh bank.

Tanpa persetujuan ini, rencana memiliki hunian sendiri bisa tertunda bahkan gagal. Oleh karena itu, memahami strategi agar bank meloloskan aplikasi KPR sangat penting.

Banyak faktor yang memengaruhi keputusan bank dalam menyetujui kredit pemilikan rumah. Mulai dari skor kredit hingga jumlah penghasilan, semuanya berperan besar dalam menilai kelayakan debitur.

Jika tidak mempersiapkan diri dengan baik, pengajuan KPR bisa saja ditolak. Maka dari itu, kamu harus memahami 10 kiat berikut agar peluang mendapatkan pinjaman rumah semakin besar.

1. Pastikan Skor Kredit Bersih dan Baik

Bank selalu mengecek riwayat kredit sebelum menyetujui pengajuan KPR. Jika ada tunggakan atau kredit macet, peluang mendapatkan pinjaman semakin kecil. Oleh sebab itu, sebelum mengajukan KPR, pastikan semua cicilan sebelumnya telah lunas dan tidak ada pembayaran tertunggak.

Mengecek skor kredit dapat dilakukan melalui layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Jika ada catatan buruk, segera perbaiki dengan membayar tagihan tepat waktu dan menghindari utang baru sebelum proses pengajuan KPR. Semakin baik skor kredit, semakin besar peluang disetujui oleh bank.

2. Siapkan Uang Muka yang Cukup

Besaran uang muka juga menentukan apakah pengajuan KPR disetujui atau tidak. Bank cenderung lebih percaya pada calon debitur yang bisa membayar DP (down payment) lebih besar. Biasanya, bank mensyaratkan uang muka minimal 10% hingga 30% dari harga rumah. Namun, jika mampu memberikan lebih dari itu, kemungkinan lolos semakin tinggi.

Membayar DP besar tidak hanya meningkatkan kepercayaan bank, tetapi juga mengurangi jumlah cicilan bulanan. Dengan begitu, beban keuangan akan lebih ringan dan bunga yang harus dibayar juga lebih kecil.

3. Pastikan Penghasilan Memadai

Salah satu faktor utama agar pengajuan KPR disetujui adalah besaran penghasilan. Bank akan menghitung rasio cicilan terhadap pendapatan bulanan. Umumnya, cicilan maksimal yang boleh diajukan tidak boleh melebihi 30%-40% dari total pemasukan.

Jika gaji masih terlalu kecil, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya, mencari penghasilan tambahan atau mengajukan KPR bersama pasangan. Dengan begitu, bank melihat bahwa keuangan kamu cukup stabil untuk membayar cicilan rumah.

4. Pilih Properti Sesuai Kemampuan Finansial

Jangan memaksakan diri membeli rumah di luar batas kemampuan. Semakin mahal harga rumah, semakin tinggi jumlah cicilan bulanan. Jika penghasilan tidak cukup untuk menutup cicilan tersebut, bank bisa saja menolak permohonan KPR.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID