Artinya: Seseorang harus berniat puasa pada malam hari di awal Ramadhan. Tidak ada kewajiban niat berpuasa pada setiap malam pada hari-hari selanjutnya. Demikian juga berlaku pada puasa yang harus dikerjakan secara berurutan. Cukup niat sekali di awal.
Dengan demikian, bagi mazhab Maliki, niat puasa Ramadhan cukup sekali, pada malam pertama Ramadhan. Orang tidak perlu khawatir bila lupa berniat puasa pada malam-malam Ramadhan berikutnya.
Namun jika Anda ingin melafazkan niat puasa di setiap malam Ramadan maka bacaannya sebagai berikut:
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala.
Bacaan ini bisa dibacakan pada malam hari atau pun pada saat sahur. (*)