Lebih dikenal sebagai Kopi Sedan Bintang Mercy, merek ini berasal dari Toko Kopi Sari Murni di Jatinegara, Jakarta, yang telah berdiri sejak 1952.
Meski tren kopi terus berubah, Kopi Sari Murni tetap setia dengan kemasan kertas vintage yang telah menjadi identitasnya.
Bagi pencinta robusta, kopi ini bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp60 ribu–Rp75 ribu, sementara varian arabika dibanderol Rp150 ribu–Rp200 ribu.
4. Kopi Cap Teko – Ikon Kopi Tradisional dari Bogor
Kopi Cap Teko telah menjadi bagian dari budaya minum kopi di Bogor sejak 1950. Keunikannya terletak pada kemasan kecil seberat 8 gram yang dibungkus dengan kertas kopi jadul. Biasanya, kopi ini dijual dalam paket berisi 30 sachet seharga Rp21 ribu.
Jika ingin membeli langsung dari sumbernya, kamu bisa mengunjungi Toko Agus di Jalan Pedati Nomor 27, Bogor Tengah, Jawa Barat. Selain di toko offline, Kopi Cap Teko juga tersedia melalui reseller di berbagai toko kopi Bogor.
5. Kopi Bis Kota – Warisan Kopi Jatinegara Sejak 1943
Diproduksi oleh Toko Sedap Jaya milik Wong Hin, Kopi Bis Kota pertama kali dijual pada 1943 di Pasar Seng sebelum akhirnya menetap di Jalan Pintu Pasar Timur Nomor 40, Jatinegara, Jakarta Timur.
Kemasan kertas cokelatnya menampilkan gambar bus bernomor polisi 1943 B, yang menjadi ciri khas dan simbol keotentikannya.
Kopi robusta ini dijual dengan harga sekitar Rp70 ribu per kilogram, sementara varian arabika dihargai sekitar Rp200 ribu per kilogram.
Cita Rasa Autentik dalam Balutan Kemasan Jadul
Meski zaman telah berubah dan industri kopi semakin berkembang dengan kemasan modern, lima merek kopi bubuk lokal ini tetap mempertahankan keaslian desain serta cita rasa mereka selama puluhan tahun.
Kemasan vintage bukan sekadar gaya, tetapi juga bagian dari warisan dan tradisi yang tetap dijaga.