3. Pilih Rumah Sesuai Kemampuan Finansial
Jangan tergoda untuk membeli rumah dengan harga yang terlalu tinggi jika pendapatanmu belum mencukupi. Sebagai acuan, cicilan KPR idealnya tidak melebihi 30% dari total penghasilan bulananmu.
4. Gunakan Simulasi KPR
Sebelum mengajukan KPR, gunakan kalkulator simulasi KPR yang disediakan oleh bank. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui perkiraan cicilan per bulan dan memilih tenor yang sesuai.
5. Jaga Stabilitas Keuangan
Bank akan menilai kestabilan keuanganmu berdasarkan pemasukan dan pengeluaran bulanan. Hindari melakukan utang baru atau transaksi mencurigakan sebelum mengajukan KPR agar bank melihat kondisi keuanganmu sehat.
6. Pilih Bank dengan Suku Bunga Terbaik
Bandingkan berbagai penawaran KPR dari beberapa bank. Jangan hanya fokus pada suku bunga awal, tetapi juga perhatikan skema bunga mengambang setelah masa promo berakhir.
7. Gunakan Program KPR Subsidi jika Memenuhi Syarat
Jika penghasilanmu masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), manfaatkan program KPR subsidi dari pemerintah yang menawarkan bunga lebih rendah dan cicilan lebih ringan.
8. Perhatikan Kelengkapan Dokumen
Dokumen yang tidak lengkap bisa menyebabkan pengajuan KPR tertunda atau bahkan ditolak. Pastikan semua persyaratan administrasi telah disiapkan dengan benar sebelum mengajukan permohonan.
9. Jangan Mengajukan KPR ke Banyak Bank Sekaligus
Mengajukan KPR ke beberapa bank dalam waktu bersamaan bisa berdampak buruk pada skor kreditmu. Sebaiknya, pilih satu atau dua bank yang memiliki penawaran terbaik dan ajukan secara selektif.