Religi . 03/03/2025, 14:23 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Puasa adalah ibadah yang dijalankan oleh umat Islam di seluruh dunia selama bulan Ramadan. Namun, durasi puasa tidaklah sama di setiap negara karena perbedaan letak geografis yang memengaruhi panjang siang dan malam.
Di beberapa negara, waktu puasa bisa berlangsung lebih dari 20 jam, sedangkan di negara lain hanya sekitar 11–12 jam. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kemiringan Bumi terhadap Matahari, terutama di daerah yang berada di lintang tinggi.
Beberapa negara dengan durasi puasa terpanjang biasanya berada di kawasan utara Bumi, seperti Islandia, Norwegia, Finlandia, dan Swedia. Pada musim panas, negara-negara ini mengalami fenomena matahari tengah malam, di mana Matahari hampir tidak terbenam atau hanya terbenam dalam waktu yang sangat singkat.
Akibatnya, umat Muslim di sana harus berpuasa dalam waktu yang lebih lama dibandingkan mereka yang tinggal di negara-negara dekat khatulistiwa.
Negara dengan durasi puasa terpanjang di dunia biasanya berada di wilayah lintang tinggi, terutama di belahan bumi utara. Berikut beberapa negara dengan waktu puasa terpanjang:
1. Islandia – Reykjavik bisa mengalami puasa hingga 20–22 jam karena matahari hanya tenggelam selama beberapa jam saja.
2. Norwegia – Kota seperti Tromsø memiliki durasi puasa sekitar 19–21 jam, terutama saat fenomena matahari tengah malam.
3. Swedia – Di wilayah utara seperti Kiruna, umat Muslim bisa berpuasa selama 19–21 jam pada musim panas.
4. Finlandia – Kota Rovaniemi dan sekitarnya mengalami puasa hingga 20 jam, karena malam sangat singkat.
5. Denmark – Durasi puasa di Kopenhagen bisa mencapai 18–19 jam pada puncak musim panas.
6. Rusia (Utara ) – Di kota-kota seperti Murmansk, umat Muslim bisa berpuasa lebih dari 19 jam.
7. Kanada (Utara ) – Di daerah seperti Inuvik, durasi puasa bisa mencapai 18–20 jam, terutama saat musim panas.
Negara-negara ini memiliki waktu siang yang sangat panjang saat Ramadan jatuh di musim panas, sehingga durasi puasa menjadi lebih lama dibandingkan negara lain yang lebih dekat dengan khatulistiwa.
Sebaliknya, negara-negara yang berada di dekat khatulistiwa seperti Indonesia, Arab Saudi, dan Malaysia memiliki durasi puasa yang relatif stabil, berkisar antara 12 hingga 14 jam. Hal ini karena wilayah tersebut tidak mengalami perubahan ekstrem dalam panjang siang dan malam sepanjang tahun.
Dengan demikian, perbedaan geografis sangat memengaruhi pengalaman berpuasa umat Islam di berbagai belahan dunia, menuntut mereka untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media