Otomotif . 28/04/2025, 10:34 WIB

Pajak Kendaraan di Indonesia vs Malaysia: Mengapa Beda Selangit?

Penulis : FIN  |  Editor : FIN

Pajak tinggi di Indonesia juga dipengaruhi oleh:

  • Keterbatasan infrastruktur transportasi umum, sehingga beban perawatan jalan dibebankan ke pemilik kendaraan.

  • Sistem yang kompleks dan kurang transparan.

Solusi: Menuju Sistem Pajak yang Lebih Adil

1. Ubah Dasar Pengenaan Pajak

  • Beralih dari berbasis nilai jual ke berbasis emisi/kapasitas mesin seperti Malaysia.

  • Ini lebih adil dan mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

2. Hapus Pajak Progresif

  • Pajak progresif tidak efektif membatasi kepemilikan kendaraan, malah memicu manipulasi (misal: meminjam nama orang lain).

  • Lebih baik diberlakukan tarif tetap yang wajar.

3. Transparansi dan Digitalisasi

  • Rincian pajak harus mudah diakses masyarakat.

  • Pembayaran online tanpa biaya tambahan yang tidak jelas.

Kesimpulan

Perbedaan pajak kendaraan antara Indonesia dan Malaysia bukan sekadar masalah nominal, tapi filosofi sistem perpajakan. Malaysia memilih pendekatan sederhana dan fungsional, sementara Indonesia masih terjebak dalam kerumitan birokrasi dan beban tambahan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com