Kuliner . 15/05/2025, 15:33 WIB
Penulis : Sahroni | Editor : Sahroni
fin.co.id - Cara menyimpan daging kurban menjadi salah satu hal penting yang perlu Anda diketahui, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.
Pasalnya, momen tersebut identik dengan pembagian daging dalam jumlah banyak, baik daging kambing maupun sapi, yang tidak mungkin langsung habis dimasak dalam sehari.
Namun, menyimpan daging kurban tidak bisa sembarangan. Kesalahan kecil dalam penanganan bisa menyebabkan daging berubah warna, berbau tak sedap, bahkan membusuk lebih cepat.
Oleh karena itu, diperlukan langkah penyimpanan yang tepat agar daging tetap segar, aman, dan tahan lama.
Setelah menerima daging kurban, segera pisahkan antara daging merah, jeroan, dan tulang. Jeroan memiliki tingkat keawetan yang lebih rendah dan bisa mempercepat pembusukan jika disimpan bersama daging.
Potong daging sesuai kebutuhan harian agar lebih mudah saat akan dimasak.
Masukkan daging ke dalam plastik ziplock atau wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi udara.
Jangan lupa beri label tanggal penyimpanan pada tiap kemasan. Hal ini berguna untuk menentukan mana yang perlu diolah lebih dulu.
Jika tidak akan langsung dimasak, simpan daging di freezer dengan suhu di bawah 0°C. Teknik ini mampu memperlambat pertumbuhan bakteri, menjaga kualitas daging selama 4 hingga 6 bulan.
Untuk daging yang akan dimasak dalam waktu dekat, cukup simpan di chiller (2–4°C). Suhu ini menjaga daging tetap dingin tanpa membuatnya beku, memudahkan saat ingin langsung dimasak tanpa proses thawing.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media