Trend . 20/05/2025, 15:24 WIB
Penulis : Sahroni | Editor : Sahroni
Mitos mistis Gunung Lawu lainnya adalah soal jumlah pendaki. Jika jumlah dalam rombongan ganjil, diyakini akan “digenapkan” oleh makhluk lain yang ikut menyusup. Karena itu, banyak pendaki lebih memilih jumlah genap untuk menghindari kejadian aneh saat pendakian.
Di kawasan atas Gunung Lawu terdapat sumber mata air yang disebut Sendang Drajat. Konon, air dari sendang ini bisa membuat awet muda, namun harus diminum dengan niat yang tulus dan baik.
Jika niat seseorang buruk, diyakini akan ada hambatan atau musibah yang menimpanya.
Keyakinan lain yang menambah kesan mistis Gunung Lawu adalah bahwa gunung ini memiliki “nyawa” dan bisa mendengar setiap ucapan manusia.
Oleh karena itu, pendaki diingatkan untuk menjaga sikap, tidak berkata kasar, dan menghormati alam. Sudah banyak kisah tentang pendaki yang tersesat karena dianggap tidak sopan selama pendakian.
Dalam kepercayaan masyarakat, Kyai Jalak yang dahulu menjadi pengikut Prabu Brawijaya, dipercaya menjelma menjadi burung jalak.
Kehadiran burung ini dianggap sebagai tanda restu dari para penjaga Gunung Lawu. Jika burung ini mengikuti langkah pendaki, itu pertanda bahwa mereka diterima dengan niat baik.
Kisah-kisah mistis Gunung Lawu memang tak bisa dibuktikan secara ilmiah, namun menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan kepercayaan masyarakat sekitar.
Terlepas dari benar atau tidaknya, setiap pendaki diharapkan tetap menjaga etika dan kelestarian alam selama berada di kawasan Gunung Lawu.
Karena di balik keindahannya, Gunung Lawu menyimpan aura yang tidak bisa dianggap remeh. Hormati alam, hormati misterinya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media