Otomotif . 30/05/2025, 16:55 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
“Tarifnya kami sesuaikan dengan data dari OJK dan karakter risiko masing-masing kendaraan. Jadi bukan asal pasang harga,” jelas Technical Director Asuransi Astra, Mulia K.B. Siregar.
Dengan strategi itu, Garda Oto tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh. Laporan keuangan 2024 mencatat premi sebesar Rp7,09 triliun, naik hampir 17 persen dari tahun sebelumnya. Laba komprehensif pun menembus Rp1,32 triliun, didukung oleh total aset lebih dari Rp20 triliun. Sebuah pencapaian besar di tengah fluktuasi industri.
Namun Garda Oto bukan sekadar soal angka. Di ruang terpisah, Aldo (26), seorang pengusaha jasa pariwisata yang merupakan pelanggan lama, bercerita bagaimana Garda Oto menyelamatkan mobilnya yang mogok saat malam hari di tol.
"Waktu itu saya panik. Tapi call center Garda Oto cepat banget. Mobil saya langsung ditarik dan semuanya diurus. Bikin gampang banget sih," kenangnya.
Pengalaman seperti itu menjadi pembeda Garda Oto dari kompetitor. Mereka tak hanya menjual polis, tapi membangun relasi emosional dengan pelanggan.
Presiden Direktur Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus
Presiden Direktur Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus, menutup acara dengan satu refleksi penting.
"Bisnis ini bukan hanya tentang mobil, tapi tentang manusia. Tantangan ke depan bukan hanya kompetisi harga, tapi juga literasi dan inklusi. Kami akan terus hadir, bukan hanya untuk melindungi kendaraan, tapi juga kepercayaan pelanggan,” ucapnya.
Malam mulai turun di Jakarta. Tapi bagi Garda Oto, hari baru baru saja dimulai. Tiga dekade adalah pencapaian. Namun bagi mereka, ini adalah titik awal menuju masa depan.
Then and Now, Always Garda Oto.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media