Catat! Hikmah di Balik Larangan Memotong Kuku dan Rambut untuk Peserta Kurban

lifestyle.fin.co.id - 31/05/2025, 22:43 WIB

Catat! Hikmah di Balik Larangan Memotong Kuku dan Rambut untuk Peserta Kurban

Ilustrasi memotong kuku. Sumber foto google

fin.co.id - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam yang berniat untuk berkurban dianjurkan untuk mengikuti beberapa tuntunan syariat, salah satunya adalah menahan diri dari memotong kuku dan rambut sejak memasuki tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih. Larangan ini bukan tanpa alasan, dan mengandung hikmah yang mendalam bagi pelaksananya.

Dalil Larangan:

Larangan memotong kuku dan rambut bagi orang yang hendak berkurban didasarkan pada hadis dari Ummu Salamah RA, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

"Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya." (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan:

فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّيَ

"Maka janganlah ia menyentuh sedikit pun dari rambut dan kulitnya hingga ia berkurban." (HR. Muslim)

Hikmah di Balik Larangan:

Meskipun secara lahiriah tampak sederhana, larangan ini memiliki beberapa hikmah yang dapat kita renungkan:

1. Menyerupai Kondisi Ihram : Hikmah yang paling kuat diyakini oleh para ulama adalah sebagai bentuk tasyabbuh (menyerupai) orang yang sedang berihram dalam ibadah haji. Sebagaimana seorang yang berihram dilarang memotong rambut dan kuku, demikian pula orang yang hendak berkurban dianjurkan untuk tidak melakukannya. Ini sebagai simbol bahwa keduanya sedang berupaya mendekatkan diri kepada Allah dengan ketaatan.

2. Menyempurnakan Pahala Kurban : Dengan menahan diri dari memotong rambut dan kuku, diharapkan pahala ibadah kurban orang tersebut menjadi lebih sempurna. Ini adalah bentuk kehati-hatian dalam beribadah dan upaya untuk memaksimalkan ganjaran dari Allah SWT.

3. Menunjukkan Kesungguhan dalam Berkurban : Larangan ini juga dapat dilihat sebagai bentuk kesungguhan dan perhatian seorang Muslim terhadap ibadah kurban yang akan dilaksanakannya. Ia mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk ibadah yang mulia ini.

4. Mengendalikan Diri dan Hawa Nafsu : Menahan diri dari sesuatu yang pada dasarnya diperbolehkan (memotong kuku dan rambut) karena perintah agama melatih seorang Muslim untuk lebih mampu mengendalikan diri dan menahan hawa nafsunya.

5. Setiap Bagian Tubuh Memiliki Hak untuk Dibebaskan dari Neraka : Sebagian ulama juga menyebutkan hikmah bahwa dengan tidak memotong rambut dan kuku, seluruh anggota tubuh orang yang berkurban diharapkan menjadi saksi ketaatannya dan berhak untuk dibebaskan dari api neraka. Wallahu a'lam.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID