Niat Puasa Tarawiyah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu sawma tarwiyyata sunnatan lillahi ta'ala
Artinya:"Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Taala".
Puasa Arafah
Keistimewaan puasa Arafah adalah menghapus dosa satu tahun lalu dan satu tahun akan datang.
Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang Indonesianya:
“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162) Dikutip laman Muslim.or.id.
Puasa Arafah Dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha.
Niat Puasa Arafah:
نويْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةَ اللَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu sawma 'Arafata sunnata Allahi taala.
Artinya: "Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala".
Diketahui, niat adalag satu rukun puasa yang tak boleh ditinggalkan. Namun terdapat beberapa perbedaan di kalangan umat islam tentang niat ini.
Seperti dari kalangan salafi, disebutkan bahwa niat hanya dalam hati, tidak perlu dilafazkan atau diucapkan. Sebab niat adalah kehendak hato dan Allah itu maha tahu kehendak seseorang.