Otomotif . 31/05/2025, 20:50 WIB

Logo Besar Neta di Kantor Pusat Shanghai Hilang, Bagaimana Kondisinya Terkini ?

Penulis : Tuahta Aldo  |  Editor : Tuahta Aldo

fin.co.id - Salah satu bintang startup kendaraan listrik (EV) asal China, Neta Auto, kini berada di titik terendah dalam perjalanannya.

Kantor pusat mereka di Shanghai mendadak lengang, logo perusahaan sudah diturunkan, dan keberadaan markas baru pun belum diketahui publik.

Kabar ini datang dari Car News China yang melaporkan bahwa Neta sedang berada dalam fase krisis serius, dan kini menjadi rebutan para pemegang kekuasaan internal.

Kondisi tersebut yang kini berpotensi menentukan arah masa depan perusahaan Neta, sebagai perusahaan otomotif yang mempunyai beberapa produk.

Pendiri Terancam Lengser, Investor Geram

Situasi memanas setelah muncul kabar pemegang saham perusahaan induk Neta, Hozon New Energy Automobile, berencana untuk mencopot Fang Yunzhou dari jabatannya sebagai CEO sekaligus Chairman.

Fang yang dulu dipuji sebagai sosok visioner, kini menghadapi tekanan besar karena dianggap gagal menjaga kestabilan finansial perusahaan. 

Total kerugian yang dikantongi Neta kini mencapai 18,3 miliar yuan (sekitar USD 2,5 miliar), ditambah rasio utang yang meroket hingga 217%.

Pabrik Tutup, Produksi Terhenti

Masalah tidak berhenti di ruang rapat, di lapangan Neta kini berjuang keras mempertahankan operasionalnya. 

Produksi dalam negeri dilaporkan terhenti karena tunggakan utang ke pemasok, yang nilainya telah melampaui 6 miliar yuan (USD 833 juta). 

Padahal, Neta sebelumnya sudah mengamankan jalur kredit baru sebesar 2,15 miliar yuan (hampir USD 300 juta) untuk ekspansi di Thailand. 

Sayangnya, pesanan internasional pun harus tertunda akibat mandeknya produksi, hingga tren penurunan Neta sudah terasa sejak tahun lalu. 

Setelah mencetak rekor penjualan 152.000 unit pada 2022, angka ini turun ke 127.500 unit pada 2023, dan makin mengkhawatirkan tahun ini dengan hanya 64.549 kendaraan yang berhasil dikirim.

Upaya pemotongan biaya seperti PHK massal, tutupnya sejumlah toko, serta penghapusan insentif untuk karyawan, ternyata belum cukup untuk menyelamatkan perusahaan dari krisis. 

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com