Kuliner . 02/06/2025, 15:51 WIB
Penulis : Aries Setianto | Editor : Aries Setianto
fin.co.id - Istilah superfood belakangan ini semakin populer di kalangan pecinta gaya hidup sehat. Makanan-makanan seperti quinoa, chia seed, atau goji berry sering disebut-sebut karena kandungan nutrisinya yang luar biasa. Namun, tahukah Anda bahwa ada satu kandidat superfood baru yang mungkin belum pernah terbayangkan sebelumnya? Ya, itu adalah susu kecoa!
Meski terdengar tidak biasa, penelitian terbaru mengungkap bahwa susu dari spesies kecoa tertentu memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi bahkan melebihi susu sapi dan susu kerbau.
Tidak semua kecoa menghasilkan susu. Hanya spesies tertentu, yaitu Diploptera punctata atau kecoa Pasifik, yang mampu memproduksi cairan bernutrisi tinggi untuk anak-anaknya. Berbeda dengan kecoa pada umumnya yang bertelur, spesies ini melahirkan anak dan memberinya makan dengan cairan mirip susu.
Apa yang membuat susu kecoa begitu istimewa?
Kandungan Protein Lengkap – Susu kecoa mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan perbaikan sel.
Sumber Energi Tinggi – Menurut penelitian, susu ini memiliki kalori tiga kali lebih banyak daripada susu kerbau.
Gizi Terkonsentrasi – Cairan ini membentuk kristal di dalam perut anak kecoa, memastikan penyerapan nutrisi yang optimal.
Pada 2016, sebuah studi yang dimuat dalam Journal of the International Union of Crystallography mengungkap bahwa kristal dalam susu kecoa mengandung kombinasi sempurna antara protein, lemak, dan gula. Penemuan ini menjadikannya salah satu zat alami paling padat nutrisi di dunia.
Namun, jangan buru-buru mencari produk susu kecoa di pasaran. Saat ini, ekstraksi susu kecoa masih sangat sulit dan tidak efisien untuk produksi massal.
Meski terdengar revolusioner, susu kecoa bukanlah pengganti susu sapi atau sumber makanan utama. Jika suatu hari nanti bisa diproduksi secara efisien, ia lebih berpotensi menjadi suplemen nutrisi tambahan.
Selain itu, dengan isu keberlanjutan lingkungan, susu kecoa bisa menjadi alternatif sumber protein yang lebih ramah lingkungan dibanding peternakan konvensional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media