Trend . 02/09/2025, 14:56 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Minum Soda saat Haid mungkin terlihat sebagai kebiasaan kecil yang tidak berbahaya. Di tengah rasa lelah dan tidak nyaman saat menstruasi, segelas soda dingin memang terasa menyegarkan. Namun, di balik sensasi manis dan gelembung karbonasinya, minuman ini menyimpan risiko yang sering kali tidak disadari.
Bagi sebagian perempuan, masa haid sudah cukup merepotkan. Rasa nyeri di perut, kram yang datang mendadak, hingga mood swing yang sulit dikendalikan, menjadi bagian dari rutinitas bulanan. Sayangnya, menambahkan soda dalam daftar konsumsi justru dapat memperburuk kondisi tubuh.
Jadi, apa yang sebenarnya terjadi ketika seseorang tetap minum soda saat haid? Simak penjelasannya berikut ini.
Kafein yang terkandung dalam soda dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Akibatnya, tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Kondisi ini rentan menimbulkan dehidrasi, yang pada akhirnya memicu sakit kepala dan memperparah kram menstruasi.
Kombinasi gula dan kafein dapat mengacaukan kestabilan emosi. Banyak perempuan merasakan gejala PMS makin parah setelah mengonsumsi soda, seperti mudah marah, cemas, atau bahkan sedih berlebihan. Dengan kata lain, minum soda saat haid bisa memperburuk mood swing.
Gas dalam soda menyebabkan rasa penuh di perut. Saat menstruasi, kondisi kembung ini jelas menambah ketidaknyamanan dan membuat aktivitas sehari-hari semakin terganggu.
Kafein diketahui dapat menyempitkan pembuluh darah, termasuk yang ada di rahim. Akibatnya, kram perut bisa terasa lebih kuat dan menyiksa. Bagi sebagian perempuan, minum soda saat haid justru membuat masa menstruasi terasa lebih berat.
Untuk itu, pilihlah minuman yang lebih menyehatkan seperti air putih, teh herbal, atau jus buah segar agar tubuh tetap nyaman dan terhidrasi dengan baik selama menstruasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media