Trend . 05/09/2025, 09:45 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Kamu mungkin sering melihat teman, sahabat, atau bahkan anggota keluarga yang selalu tersenyum setiap kali bertemu orang lain. Mereka terlihat ramah, hangat, dan tidak pernah menunjukkan rasa sedih. Namun, senyum itu bisa jadi hanya topeng. Banyak orang gunakan senyum sebagai cara untuk menyembunyikan luka batin. Inilah yang dikenal sebagai smiling depression.
Smiling depression bukan sekadar istilah. Kondisi ini nyata dan dialami banyak orang. Mereka tetap bekerja, tetap aktif di media sosial, bahkan memberi dukungan ke orang lain. Tetapi ketika sendirian, mereka merasa kosong, lelah, dan tertekan.
Smiling depression berarti kondisi ketika seseorang tampak bahagia di luar, tetapi di dalam dirinya menyimpan kesedihan mendalam. Orang yang mengalaminya tetap mampu berfungsi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Mereka bisa tertawa, bercanda, bahkan tampil percaya diri. Namun sebenarnya, mereka bergulat dengan depresi yang tersembunyi.
Banyak orang enggan bercerita karena takut dianggap tidak kuat. Mereka memilih menunjukkan senyum agar lingkungan menilai mereka baik-baik saja.
Budaya yang mendorong orang untuk selalu terlihat bahagia membuat banyak orang merasa terpaksa menutupi kesedihannya. Mereka pikir orang tidak akan menerima sisi rapuh dari diri mereka.
Seseorang dengan depresi terselubung sering merasa tidak pantas merepotkan orang lain. Mereka lebih memilih memendam perasaan daripada menceritakannya.
Dengan tersenyum, mereka berharap tidak ada orang yang curiga. Mereka ingin tetap dianggap normal, meskipun dalam hati sedang berjuang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media