“Konsumen saat ini semakin peduli dengan dampak lingkungan. Kayu seperti American Hardwood yang berasal dari hutan dikelola secara berkelanjutan menjadi opsi penting untuk menjawab permintaan furnitur ramah lingkungan di pasar global,” jelas Dennis.
Masa Depan Furnitur Indonesia
Keterlibatan AHEC dalam IFFINA+ 2025 memperkuat komitmen mereka mendukung desainer Indonesia menghadapi tantangan industri furnitur masa depan. Dengan mengedepankan keberlanjutan, fleksibilitas material, serta kolaborasi lintas budaya, AHEC mendorong terciptanya ekosistem desain yang relevan secara global tanpa meninggalkan identitas lokal.
Kehadiran Karana menjadi simbol arah baru industri furnitur Indonesia. Kreativitas, keberlanjutan, dan narasi budaya terbukti bisa berjalan beriringan. AHEC optimistis generasi baru desainer Tanah Air akan semakin percaya diri mengeksplorasi material global sambil menjaga jati diri lokal, sekaligus menegaskan posisi Indonesia di panggung furnitur dunia. (*)