Beauty . 18/09/2025, 14:10 WIB

Bahan Skincare yang Tidak Boleh Dicampur, Kesalahan Kecil Bisa Merusak Kulit

Penulis : Wanda Afifah  |  Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Merawat kulit bukan hanya soal menggunakan produk yang sedang populer, tetapi juga bagaimana kita memahami interaksi antar kandungan di dalamnya. Dalam dunia kecantikan, banyak orang terjebak pada tren layering skincare, di mana berlapis-lapis serum dan krim diaplikasikan dengan harapan hasilnya lebih cepat terlihat. Sayangnya, tidak semua bahan ramah jika digunakan bersamaan.

Bayangkan kamu sudah rutin memakai serum vitamin C untuk mencerahkan kulit, lalu menambahkan retinol di malam yang sama. Bukannya makin glowing, justru kulit terasa perih dan kemerahan. Itulah contoh nyata betapa pentingnya memahami kandungan skincare yang tidak cocok dipakai bareng.

Berikut beberapa kombinasi skincare berbahaya yang sebaiknya tidak digabung dalam rutinitas harian kamu.

1. Retinol dan Benzoyl Peroxide

Dua bahan ini sama-sama ampuh melawan jerawat. Retinol bekerja dengan mempercepat regenerasi sel kulit, sedangkan benzoyl peroxide membasmi bakteri penyebab jerawat. Namun, bila digabung, keduanya justru saling menetralkan. Akibatnya, manfaat yang diharapkan hilang, sementara risiko iritasi kulit meningkat.

2. Niacinamide dan Vitamin C

Meski keduanya populer untuk mencerahkan wajah, penelitian menunjukkan bahwa niacinamide bisa bereaksi dengan vitamin C (asam askorbat). Reaksi ini dapat menghasilkan niacin, yang membuat kulit sensitif mudah kemerahan. Bagi kamu yang tetap ingin mendapatkan manfaat dari keduanya, gunakan secara terpisah di pagi dan malam hari.

3. AHA/BHA dengan Retinol

AHA dan BHA dikenal efektif untuk eksfoliasi, sementara retinol bekerja mempercepat pergantian sel. Saat dipakai bersamaan, kulit bisa mengalami pengelupasan berlebihan atau over-exfoliation. Akibatnya, muncul rasa terbakar, iritasi, dan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.

4. Vitamin C dengan AHA/BHA

Vitamin C membutuhkan pH rendah agar efektif. Jika dicampur dengan AHA/BHA, kestabilan pH akan terganggu dan membuat keduanya tidak bekerja maksimal. Alih-alih mendapatkan kulit cerah, hasilnya justru tidak optimal dan berisiko membuat kulit perih.

5. Benzoil Peroksida dan BHA

Kombinasi ini dikenal terlalu keras bagi kulit. Efek pengeringan dari benzoyl peroxide ditambah sifat eksfoliasi dari BHA bisa membuat kulit kering ekstrem, terasa gatal, bahkan mengelupas. Jika memang ingin memakai keduanya, gunakan di hari yang berbeda agar kulit punya waktu pulih.

6. Retinol dan Vitamin C

Dua bahan favorit pecinta skincare ini memang sama-sama powerful. Retinol membantu mengurangi tanda penuaan, sedangkan vitamin C kaya akan antioksidan untuk mencerahkan kulit. Namun, bila dipakai bersamaan, kulit bisa kewalahan sehingga muncul iritasi, terutama pada tipe kulit sensitif.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com