Otomotif . 03/10/2025, 22:52 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - MotoGP Mandalika 2025 terasa semakin spesial tahun ini. Bukan cuma karena persaingan di lintasan, tapi juga karena para rider KYT Helmet tampil dengan desain helm unik yang mengusung budaya Indonesia. Momen ini bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, sehingga keempat rider KYT menampilkan grafis bernuansa batik dan ikon khas Tanah Air. Siapa saja dan apa makna di balik helm mereka? Yuk, simak ceritanya!
Nama Enea Bastianini memang selalu ditunggu saat balapan di Indonesia. Sejak debut grafis “Garuda Rider” pada 2023, rider asal Italia ini konsisten menghadirkan helm spesial di Mandalika. Tahun 2025, ia kembali memukau dengan desain bertema “Komodo”.
Komodo dipilih karena menggambarkan kekuatan dan sisi buas khas Bastianini yang dijuluki “The Beast”. Hewan endemik Indonesia ini hanya bisa ditemukan di Nusa Tenggara Timur dan dikenal sebagai predator tangguh dengan gigitan beracun. Desain helm Enea pun makin unik dengan sentuhan batik kawung, nomor balap 23, serta logo KYT. Menariknya, desain ini dikerjakan oleh Starline Designer, studio asal Italia yang sudah sering berkolaborasi dengan KYT.
Setelah absen di Mandalika 2024 karena cedera, Diogo Moreira akhirnya kembali dengan kejutan. Tahun kedua bersama KYT Helmet ini, ia mengenakan helm spesial bertema Lombok, lokasi Sirkuit Mandalika berada. Desainnya mengusung motif batik Sasak yang juga bisa dilihat di area run-off sirkuit.
Bukan cuma batik, Moreira juga menambahkan ilustrasi alam Lombok lengkap dengan rumah adat Sasak atau Bale. Rumah adat ini terkenal karena arsitektur vernakular yang menggunakan bahan alami seperti bambu, kayu, dan atap alang-alang. Kehadiran elemen ini bikin helm Moreira tidak hanya estetik, tapi juga kaya makna budaya.
Bukan cuma pembalap MotoGP, Tim Leopard Racing yang turun di Moto3 juga ikut memeriahkan dengan helm spesial. Adrian Fernandez dan David Almansa tampil dengan desain helm dan motor yang sama-sama menampilkan ikon khas Indonesia.
Helm Leopard Racing ini benar-benar kaya detail budaya. Ada bunga anggrek yang menjadi simbol keindahan flora Indonesia, Candi Borobudur sebagai warisan dunia UNESCO, hingga Barong dari Bali yang sarat nilai spiritual. Tak ketinggalan, ada juga motif batik Mega Mendung khas Cirebon dan wayang golek dari Jawa Barat yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Desain helm ini pun dikerjakan langsung oleh Starline Designer, memastikan detail budaya Indonesia tersaji dengan elegan di lintasan MotoGP Mandalika 2025.
Perpaduan MotoGP dengan budaya Indonesia semakin nyata lewat helm-helm spesial KYT. Dari Komodo yang garang, batik Sasak yang anggun, hingga Barong dan Borobudur yang mendunia, semua elemen ini membawa pesan bahwa Indonesia kaya akan warisan budaya yang pantas dibanggakan.
Kehadiran desain helm ini juga membuat #IndonesianGP 2025 jadi berbeda dari seri MotoGP lainnya. Tidak heran jika helm spesial bertema batik dan budaya lokal langsung jadi perhatian publik, baik di sirkuit maupun media sosial. Helm ini bukan sekadar pelindung kepala, tapi juga medium untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke mata dunia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media