Trend . 13/10/2025, 09:04 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Setiap pagi, aroma kopi yang mengepul dari dapur sering kali menjadi awal hari bagi banyak orang dewasa. Namun, di sisi lain, sebagian besar orang tua akan segera berkata “tidak” ketika anaknya mencoba menyeruput sedikit saja minuman hitam tersebut. Alasan klasik pun muncul “Nanti kamu nggak bisa tinggi kalau minum kopi.”
Isu Kopi Menghambat Pertumbuhan Anak telah menjadi perbincangan turun-temurun di banyak keluarga Indonesia. Namun, apakah benar kandungan kafein dalam kopi dapat memengaruhi tinggi badan anak?
Sekitar 60–80% tinggi badan anak ditentukan oleh genetik. Jika orang tua memiliki postur tinggi, besar kemungkinan anak juga demikian. Namun, faktor genetik bukan satu-satunya penentu.
Kekurangan kalori dapat menyebabkan stunting atau gangguan pertumbuhan. Anak yang tidak mendapatkan cukup energi dari makanan berisiko tumbuh lebih pendek, terlepas dari apakah mereka minum kopi atau tidak.
Selain jumlah kalori, kualitas makanan juga penting. Karbohidrat, protein, serta lemak baik harus dikonsumsi dalam proporsi tepat. Kekurangan kalsium dan vitamin D, misalnya, dapat memperlambat pembentukan tulang yang justru menjadi faktor penting dalam peningkatan tinggi badan.
Tubuh anak menghasilkan hormon pertumbuhan (HGH) yang mendorong pertumbuhan tulang dan otot. Ketika produksi hormon ini terganggu misalnya karena stres, kurang tidur, atau kondisi medis tertentu, anak bisa tumbuh lebih lambat.
Lingkungan penuh kasih sayang juga berpengaruh besar terhadap pertumbuhan. Anak yang tumbuh dalam suasana penuh tekanan atau kekurangan perhatian emosional bisa mengalami hambatan perkembangan, termasuk fisik.
Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa kopi dapat menghambat pertumbuhan anak secara langsung. Yang perlu diperhatikan hanyalah kandungan kafein dan gula tambahan dalam kopi kemasan yang bisa berdampak pada pola tidur, konsentrasi, dan kesehatan gigi anak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media