Trend . 26/10/2025, 08:50 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Namun, mereka juga sadar bahwa keahlian manusia seperti empati, komunikasi, dan berpikir sistemik tetap penting. Karena itu, banyak dari mereka mengembangkan karier portofolio, yakni gabungan antara pekerjaan formal, proyek kreatif, dan wirausaha sosial.
Fenomena ini mendorong perusahaan untuk memperkuat employer branding berbasis nilai. Gen Z tidak tertarik pada janji kosong atau citra semu, mereka mencari perusahaan yang benar-benar hidup dengan nilai-nilai yang mereka gaungkan.
Bagi mereka, reputasi perusahaan bukan hanya soal citra publik, melainkan pengalaman autentik yang dirasakan setiap hari di lingkungan kerja.
Di era kerja multigenerasi, kolaborasi antara Gen Z, milenial, hingga baby boomer menciptakan peluang besar. Gen Z membawa semangat digital dan adaptasi cepat, sementara generasi sebelumnya menyumbang stabilitas dan pengalaman.
Dengan semangatnya yang khas, Gen Z terus mendefinisikan ulang makna sukses. Bagi mereka, sukses bukan sekadar jabatan tinggi, melainkan kemampuan untuk tumbuh, berkontribusi, dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan pribadi, serta nilai kemanusiaan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media