Dalam sesi motivational sharing selama kunjungan pabrik, Aditia Putro, HR Director DCVI, menekankan pentingnya peran korporasi dalam mendukung pendidikan vokasi. Ia menyoroti fakta ketenagakerjaan yang menantang di Indonesia.
“Kita ada di era penuh tantangan di mana terdapat 22 juta pemuda usia 15-18 tahun. Total angkatan kerja pada Februari 2025 mencapai 135+ juta, dan lulusan SMA/SMK mengisi 30% atau 45 juta orang. Ini menunjukkan persaingan yang besar,” ungkapnya.
Oleh karena itu, melalui serangkaian kegiatan komprehensif ini—mulai dari kunjungan industri hingga pelatihan langsung—DCVI bertekad memberikan pengalaman nyata kepada generasi muda. Tujuannya adalah mempersiapkan mereka secara maksimal sebelum masuk ke industri kendaraan niaga. Program ini menjadi wadah untuk berbagi kebutuhan akan kemampuan dan sikap kerja profesional. Ini juga membuktikan komitmen DCVI untuk terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan memperkuat ekosistem industri kendaraan komersial di Indonesia.
Pelatihan Teknis Langsung: Menguasai Jantung Bus Mercedes-Benz
Sebagai puncak program Daimler Truck Cares 2025, DCVI menggelar workshop dan pelatihan teknis langsung kepada seluruh siswa jurusan TKR SMK Angkasa 1 Halim pada Senin, 27 Oktober 2025. Tim training DCVI memberikan pembekalan praktis kepada guru dan siswa tentang pengoperasian dan pemanfaatan mesin bus Mercedes-Benz OF 917 yang sudah didonasikan.
Melalui pelatihan teknis langsung ini, diharapkan mesin bus tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembelajaran praktik di sekolah. Sesi workshop ini mencakup pemaparan perkembangan terbaru di industri kendaraan niaga, pengenalan mendalam mesin bus dan truk Mercedes-Benz, hingga pelatihan teknis terperinci mengenai operasi, perawatan, serta penanganan berbagai permasalahan spesifik mesin bus OF 917 yang mungkin terjadi di lapangan.
Aris Sugiarto, Fleet & Driver Training DCVI, menekankan bahwa pendidikan awal di masa SMK sangat penting. “Belajar dan bekerja di dunia otomotif berarti kalian akan kontrak seumur hidup untuk terus belajar, karena teknologi otomotif terus berkembang pesat, bahkan untuk kami di bus dan truk Mercedes-Benz. Akan tetapi, basic mesin merupakan hal yang sangat penting. Tiap masalah pasti kembalinya ke dasar,” tegasnya, memberikan bekal filosofi dan teknis kepada para calon mekanik masa depan Indonesia. (*)