- Persiapan Bambu: Potong bambu muda sepanjang 30–40 cm, lalu bersihkan bagian dalamnya secara menyeluruh. Jika Anda menggunakan daun bambu, gulung hingga membentuk silinder yang kokoh.
- Masak Ketan Setengah Matang: Campurkan ketan yang sudah direndam dengan santan, garam, dan gula. Aduk terus hingga santan meresap dan ketan menjadi setengah matang (aron). Tujuan langkah ini krusial: memastikan rasa gurih santan menyatu sempurna sebelum proses pembakaran dimulai.
- Pengisian Bambu: Masukkan ketan setengah matang ke dalam bambu. Ingat! Jangan mengisinya terlalu penuh. Sisakan ruang agar ketan bisa mengembang sempurna saat dibakar.
- Proses Pembakaran: Bakar bambu di atas bara api. Anda harus memutar bambu secara berkala agar ketan matang merata. Proses slow cooking ini memakan waktu cukup lama, sekitar 1 hingga 1,5 jam, hingga kulit bambu menghitam sempurna.
- Penyajian: Setelah matang, biarkan Leumeung sedikit hangat. Saatnya membelah bambu! Ketan pulen dan harum yang Anda tunggu-tunggu siap memanjakan lidah.
Rekomendasi Sajian Pendamping Wajib Coba:
- Sambal terasi pedas nan menggugah selera.
- Ikan asin atau jambal roti untuk crunchy dan asin.
- Empal daging atau ayam serundeng untuk protein.
- Kopi hitam panas untuk sarapan yang sempurna dan menghangatkan.
Leumeung bukan hanya makanan, tapi juga cerita panjang tentang kehangatan dan tradisi di Malimping, Tanah Jawara. Selamat mencoba resep tradisional ini, dan semoga aroma Leumeung dapat membawa Anda sejenak pulang ke Banten Selatan! - Rita Darmayanti/Banten TV -