Defisiensi Vitamin D Ancam Anak Indonesia, Stunting hingga Otak Terancam!

lifestyle.fin.co.id - 03/12/2025, 16:51 WIB

Defisiensi Vitamin D Ancam Anak Indonesia, Stunting hingga Otak Terancam!

Defisiensi Vitamin D pada anak Indonesia masih tinggi. Foto: Freepik.

Ibu Hamil Juga Rentan Kekurangan Vitamin D

Defisiensi vitamin D tidak hanya menyerang anak. Ibu hamil pun termasuk kelompok berisiko tinggi. dr Merry Amelya Puspita Sidabutar, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSIA Bunda dan RSU Bunda Morula IVF Jakarta, menegaskan bahwa kebutuhan vitamin D meningkat sejak program hamil hingga masa menyusui.

Ia menekankan bahwa vitamin D berperan besar dalam mendukung sistem reproduksi dan kehamilan yang sehat. Pemeriksaan rutin kadar vitamin D menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi ibu dan janin tetap optimal.

Literasi Vitamin D Masih Rendah

Meski risiko defisiensi vitamin D begitu besar, pengetahuan masyarakat tentang pentingnya vitamin ini masih rendah. Hal ini diungkapkan oleh dr Selvinna, M.Biomed, Pharma Marketing Deputy Director Kalbe Farma.

Menurutnya, rendahnya status vitamin D dapat memengaruhi kualitas hidup anak secara menyeluruh, mulai dari imun hingga perkembangan otak. Kondisi ini membuat edukasi kesehatan semakin penting, terutama untuk para orang tua muda.

Pengalaman Asmirandah: Vitamin D Bantu Tumbuh Kembang Anak Lebih Optimal

Aktris Asmirandah turut berbagi pengalaman. Ia mengaku rutin memberikan vitamin D sejak anaknya lahir.

“Sejak anak saya lahir, saya rutin memberikan vitamin D untuk mendukung tulang, imunitas, dan kesehatannya secara keseluruhan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kebiasaan ini membantu tumbuh kembang anak menjadi lebih cepat serta menjaga daya tahan tubuhnya.

Pengalaman ini memperkuat pesan bahwa suplementasi vitamin D bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan penting.

Para dokter kompak mengingatkan agar orang tua lebih aktif memantau kecukupan vitamin D. Langkah ini tidak hanya mencegah stunting, tetapi juga berbagai gangguan kesehatan lain yang berkaitan dengan kekurangan nutrisi.

Dengan memahami risiko dan cara pencegahannya, orang tua bisa membantu memastikan anak tumbuh kuat, sehat, dan memiliki kemampuan kognitif optimal. (ANTARA)

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID