Religi . 19/12/2025, 17:11 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah SWT.”
Kelonggaran ini memberikan kesempatan lebih luas bagi umat Islam yang belum sempat berniat sejak malam, namun tetap ingin meraih pahala puasa sunah.
Meski tergolong ibadah sunah, puasa Rajab tetap membutuhkan perhatian pada aturan dasar. Niat harus diucapkan dengan kesadaran penuh, baik di malam maupun siang hari. Selain itu, syarat belum melakukan pembatal puasa menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Dengan memahami waktu niat dan bacaan yang tepat, umat Islam dapat menjalankan puasa Rajab dengan lebih tenang dan mantap. Momentum bulan Rajab pun bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai persiapan spiritual menuju bulan-bulan berikutnya dalam kalender Hijriah.
Masuknya Rajab 1447 H pada 21 Desember 2025 menjadi pengingat penting bahwa waktu terus berjalan. Bagi umat Islam, inilah saat yang tepat untuk kembali memperkuat niat, memperbanyak ibadah, dan memanfaatkan bulan mulia ini sebaik mungkin.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media