Wisata . 22/12/2025, 16:18 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id - Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), arus wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan melonjak signifikan.
Kota budaya ini kembali menjadi magnet utama pelancong dari berbagai daerah, sehingga diprediksi akan terjadi kepadatan wisatawan.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, GKR Bendara menyampaikan sejumlah pesan penting kepada wisatawan yang akan menghabiskan liburan di Yogyakarta.
Puteri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut menekankan, pentingnya menjaga etika selama berwisata. Menurutnya, sopan santun harus tetap dijunjung tinggi, termasuk dalam hal menjaga kebersihan.
"Buat wisatawan yang datang ke Jogja, tolong hargai kebudayaan kita yang ada, jangan buang sampah sembarangan," kata GKR Bendara.
Selain kebersihan, GKR Bendara juga menyoroti kebiasaan sebagian wisatawan yang nekat foto di badan jalan. Aktivitas itu dinilai berpotensi membahayakan diri sendiri, sekaligus mengganggu lalu lintas.
"Tentunya, jangan foto-foto di jalan, gunakanlah trotoar, foto-fotolah di pinggir trotoar, hargailah kebudayaan kita, dan tetap jaga kebersihan dan juga sopan santun. Saya rasa itu, selamat menikmati Yogyakarta di akhir tahun," jelasnya.
Dirinya berharap, wisatawan lebih bijak dalam memilih lokasi foto dan mengutamakan keselamatan. Tak hanya kepada wisatawan, pesan juga disampaikan kepada warga lokal.
"Untuk Nataru, tentunya bagi warga Jogja yang tinggal di sini, mohon sedikit bersabar dengan situasi Nataru gitu ya," ungkap GKR Bendara.
Masyarakat diminta untuk bersabar dan menoleransi kepadatan lalu lintas, serta meningkatnya keramaian selama musim liburan berlangsung.
Di balik potensi kemacetan dan kepadatan, tingginya minat wisatawan dinilai sebagai sinyal positif.
"Karena kita tetap roda perekonomian kita ditopang banyak oleh pariwisata," ucapnya.
Lonjakan kunjungan diyakini mendorong perputaran ekonomi daerah, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata.
"Anggap saja kalau kita bersabar, itu pasti ada UMKM yang bisa laku lah istilahnya gitu," tutupnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media