Trend . 23/12/2025, 16:08 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Dunia percintaan masyarakat Jawa belakangan ini kembali gempar dengan pembahasan mengenai perhitungan primbon. Banyak anak muda yang mendadak cemas saat hendak melangkah ke pelaminan. Pasalnya, ada keyakinan kuat mengenai pasangan weton yang tidak boleh menikah karena dianggap membawa sial. Apakah Anda dan pasangan termasuk salah satunya? Simak ulasan mendalam ini agar tidak menyesal di kemudian hari.
Ramalan weton bukan sekadar angka di atas kertas. Bagi sebagian besar masyarakat, ini adalah "early warning system" untuk memprediksi keharmonisan rumah tangga. Tren pencarian mengenai kecocokan jodoh berdasarkan hari lahir meningkat tajam, seiring dengan keinginan generasi milenial dan Gen Z untuk mendapatkan kepastian masa depan sebelum mengikat janji suci.
Meskipun teknologi sudah sangat canggih, tradisi perhitungan weton tetap bertahan sebagai filter sosial dan spiritual. Perhitungan ini melibatkan neptu, yaitu nilai numerik dari hari lahir (Senin-Minggu) dan pasaran (Legi-Pahing). Jika hasil penjumlahan weton Anda dan pasangan jatuh pada angka tertentu yang terlarang, keluarga besar biasanya akan memberikan peringatan keras.
Para ahli budaya menyebutkan bahwa weton merupakan bentuk kearifan lokal untuk memetakan karakter manusia. Namun, dalam konteks pernikahan, ada kombinasi tertentu yang dianggap sebagai "red flag" karena memiliki energi yang saling bertabrakan atau gegeran.
Berdasarkan kitab Primbon Jawa yang sering menjadi rujukan, berikut adalah daftar pasangan weton yang sebaiknya menghindari pernikahan atau setidaknya melakukan ritual penolak bala jika tetap ingin bersatu:
Kombinasi ini merupakan salah satu yang paling ditakuti. Istilah "Gehing" (Wage-Pahing) merujuk pada pertemuan dua karakter yang bagaikan minyak dan air. Sifat orang yang lahir pada pasaran Wage cenderung kaku, sementara Pahing memiliki ego yang tinggi. Jika kedua weton ini menikah, perselisihan kecil bisa dengan mudah meledak menjadi pertengkaran hebat yang berujung pada perceraian.
Pasangan yang total neptunya berjumlah 25 adalah momok menakutkan bagi calon pengantin. Contohnya adalah pertemuan weton Minggu Kliwon (13) dan Senin Pon (12). Hasil penjumlahan 25 seringkali dikaitkan dengan istilah Pegat, yang dalam bahasa Jawa berarti putus. Risiko yang mengintai mulai dari masalah finansial yang seret hingga perselingkuhan yang merusak kepercayaan.
Jika jumlah weton Anda dan pasangan adalah 24, Anda harus bersiap menghadapi ujian kesetiaan. Pasangan dengan total neptu ini diprediksi akan sering mengalami konflik akibat kehadiran orang ketiga. Sujanan secara harfiah berarti sering bertengkar atau tidak akur, sehingga keharmonisan rumah tangga sulit tercapai tanpa kesabaran ekstra.
Hampir mirip dengan neptu 25, angka 26 juga dianggap kurang baik. Pasangan ini diprediksi akan sering mengalami cobaan dalam hal kesehatan anggota keluarga atau kesulitan dalam mencari rezeki. Meskipun hubungan terasa romantis di awal, tantangan hidup yang datang bertubi-tubi seringkali membuat mental pasangan ini goyah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media