Religi . 07/01/2026, 15:30 WIB

Jadwal Awal Puasa Ramadhan 2026: Versi Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU

Penulis : Ari Nur Cahyo  |  Editor : Ari Nur Cahyo

fin.co.id - Umat Muslim di Indonesia akan segera menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah pada Februari 2026 mendatang. Meskipun pemerintah belum menggelar sidang isbat, sejumlah organisasi keagamaan dan kalender resmi telah memberikan gambaran mengenai kapan hari pertama puasa dimulai.

Pemerintah sendiri telah menetapkan hari libur nasional Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada 21–22 Maret 2026. Ketetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025. Penandatanganan keputusan ini berlangsung pada 19 September 2025 sebagai acuan bagi masyarakat untuk merencanakan agenda tahunan.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjadi organisasi pertama yang mengumumkan kepastian awal Ramadhan 1447 H. Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki dengan berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak menjelang Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 UTC.

Muhammadiyah menjelaskan bahwa pada saat matahari terbenam, kriteria visibilitas hilal Parameter Kalender Global (PKG) 1 memang belum terpenuhi di seluruh dunia. Namun, setelah pukul 24.00 UTC, wilayah Amerika telah memenuhi kriteria PKG 2 dengan tinggi bulan 5°23’35” dan elongasi 8°00’11”. Dengan prinsip kesatuan matlak global, Muhammadiyah resmi memulai puasa secara serentak di seluruh dunia pada 18 Februari.

Prediksi Pemerintah dan Metode MABIMS

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah memprediksi awal puasa 2026 jatuh satu hari lebih lambat. Berdasarkan kalender yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag), awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Kementerian Agama menyusun kalender ini berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria ini mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar bulan baru dapat terlihat (rukyat).

Kendati demikian, masyarakat harus menunggu keputusan final melalui Sidang Isbat. Kemenag akan menggelar sidang tersebut pada 29 Syakban atau bertepatan dengan 17 Februari 2026. Pemerintah menggabungkan metode hisab (perhitungan) dengan rukyatul hilal (pemantauan lapangan) di ratusan titik di seluruh Indonesia sebelum mengambil keputusan resmi.

Sikap Nahdlatul Ulama (NU)

Hingga saat ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum mengeluarkan keputusan resmi mengenai tanggal awal puasa 2026. NU konsisten menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU). Metode ini mengombinasikan perhitungan astronomi yang akurat dengan pembuktian pengamatan hilal secara langsung.

Sama seperti prosedur pemerintah, PBNU akan melakukan pemantauan hilal pada Selasa malam, 17 Februari 2026. Jika para perukyat berhasil melihat hilal, maka puasa dimulai esok harinya. Namun, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

Kalender Lengkap Ramadhan 1447 Hijriah

Bagi Anda yang mengikuti ketetapan Muhammadiyah, berikut adalah estimasi jadwal lengkap puasa Ramadhan 2026 hingga Idul Fitri:

1 Ramadhan: Rabu, 18 Februari 2026

10 Ramadhan: Jumat, 27 Februari 2026

17 Ramadhan (Nuzulul Quran): Jumat, 6 Maret 2026

20 Ramadhan: Senin, 9 Maret 2026

29 Ramadhan: Rabu, 18 Maret 2026

30 Ramadhan: Kamis, 19 Maret 2026

1 Syawal (Idul Fitri): Jumat, 20 Maret 2026. (*#).

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com