Beauty . 11/01/2026, 09:17 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Bulan Ramadan sudah di depan mata, namun banyak orang justru merasa cemas. Bukan karena lapar, melainkan karena ancaman "wajah layu" dan kulit kusam yang biasanya muncul saat tubuh kekurangan hidrasi. Jangan sampai saat Lebaran nanti, kolega atau saudara justru mengira Anda sedang sakit hanya karena wajah terlihat tidak segar. Fenomena kulit kusam saat puasa bukan sekadar mitos, melainkan reaksi nyata tubuh terhadap perubahan pola makan dan asupan cairan yang drastis.
Jika Anda tidak segera mengubah strategi perawatan wajah, siap-siap saja menghadapi masalah dehidrasi kulit yang berujung pada kerutan halus dan warna kulit tidak merata. Tapi tenang, Anda bisa tetap tampil prima dan bersinar meski sedang menahan haus belasan jam. Berikut adalah panduan lengkap dan tips mencegah kulit kusam saat memasuki bulan puasa agar wajah tetap glowing maksimal.
Penyebab utama kulit kehilangan kilaunya saat puasa adalah penurunan kadar air dalam lapisan dermis. Ketika tubuh tidak mendapat asupan cairan selama lebih dari 12 jam, kelembapan alami kulit akan menguap lebih cepat. Melansir dari berbagai sumber ahli kecantikan dan kesehatan kulit, kondisi ini sering memicu penumpukan sel kulit mati yang membuat cahaya tidak bisa memantul sempurna dari permukaan wajah. Inilah yang kita sebut sebagai kulit kusam.
Selain faktor hidrasi, perubahan jam tidur yang terpotong untuk sahur juga berpengaruh besar. Kurang tidur mengganggu proses regenerasi sel kulit pada malam hari. Jadi, jangan heran jika mata panda dan wajah pucat menjadi "musuh" utama Anda selama bulan suci ini jika tidak melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Kunci utama kulit kenyal adalah air. Karena waktu minum terbatas, Anda harus pintar mengatur strategi. Gunakan rumus 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam, dan dua gelas saat sahur. Pastikan Anda mengonsumsi air mineral yang cukup untuk mengganti cairan yang hilang. Hindari terlalu banyak kafein seperti kopi atau teh saat sahur karena sifat diuretiknya justru akan menarik cairan keluar dari tubuh lebih cepat.
Saat berpuasa, pelembap biasa terkadang tidak cukup. Anda membutuhkan produk yang mengandung Hyaluronic Acid atau Ceramide untuk mengunci kelembapan lebih lama. Aplikasikan pelembap segera setelah mandi atau mencuci muka saat kulit masih dalam keadaan lembap. Teknik ini efektif memerangkap air di dalam pori-pori sehingga kulit tetap terasa kenyal hingga waktu berbuka tiba.
Banyak yang salah kaprah bahwa tidak perlu menggunakan tabir surya saat lemas berpuasa di dalam ruangan. Sinar UV tetap bisa menembus jendela dan memperparah kondisi kulit yang sedang dehidrasi. Kulit yang kekurangan air akan jauh lebih sensitif terhadap kerusakan akibat sinar matahari. Pilihlah sunscreen dengan tekstur ringan agar tidak menyumbat pori-pori saat cuaca panas.
Apa yang Anda makan saat sahur sangat menentukan penampilan wajah Anda di siang hari. Masukkan buah-buahan seperti semangka, jeruk, atau beri-berian yang kaya akan air dan vitamin C. Antioksidan berfungsi melawan radikal bebas dan membantu mencerahkan kulit dari dalam. Jangan lupa konsumsi sayuran hijau yang membantu proses detoksifikasi tubuh agar kulit bersih dari jerawat selama puasa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media