Kuliner . 12/01/2026, 19:00 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Siapa sangka, kota yang terkenal dengan garis khatulistiwanya ini ternyata menyimpan harta karun kuliner yang siap menggoyang lidah Anda. Pontianak bukan hanya menawarkan pemandangan alam, tapi juga perpaduan rasa otentik dari berbagai budaya yang hidup berdampingan selama berabad-abad. Mulai dari hidangan legendaris turun-temurun hingga jajanan pinggir jalan yang selalu diburu, kuliner Pontianak punya cerita unik yang takkan pernah lekang oleh waktu.
Mari kita mulai petualangan rasa kita dengan hidangan ikonik dari Melayu Sambas, yaitu Bubur Pedas. Lupakan sejenak bayangan bubur tawar biasa, karena bubur pedas Pontianak menyajikan cita rasa gurih yang kaya rempah. Bahan utamanya adalah beras tumbuk yang dimasak hingga mengental, lalu diperkaya dengan berbagai sayuran segar seperti daun kesum dan kangkung. Untuk menambah kenikmatan, bubur ini disajikan dengan taburan kacang tanah renyah dan ikan teri goreng yang gurih.
Masyarakat Pontianak kerap menjadikan bubur pedas sebagai santapan istimewa saat berbuka puasa atau menu sarapan pagi yang mengenyangkan. Lebih dari sekadar makanan sehari-hari, bubur pedas juga memegang peranan penting dalam berbagai perayaan budaya dan acara keluarga besar. Keberadaannya yang selalu hadir di momen-momen penting membuktikan betapa kuatnya nilai kuliner tradisional ini mengakar dalam identitas masyarakat Melayu Pontianak.
Saat berkunjung ke Pontianak, jangan sampai Anda melewatkan kelezatan Chai Kue. Kudapan tradisional ini terbuat dari adonan tepung beras dengan aneka isian lezat seperti bengkuang yang manis, daun kucai yang harum, atau ubi yang lembut. Chai kue semakin istimewa dengan taburan bawang goreng renyah dan sambal khas lokal yang menggugah selera. Anda bisa menikmati chai kue dalam versi kukus yang lembut atau goreng yang renyah, tak heran jika jajanan ini tetap digemari lintas generasi.
Tak kalah memikat, Pengkang menjadi primadona lain di jajaran jajanan Pontianak. Makanan ringan ini dibuat dari beras ketan pilihan, yang kemudian dibungkus dengan daun pisang. Pengisiannya pun beragam, mulai dari udang segar hingga bahan lain yang menambah cita rasa. Aroma khas daun pisang yang alami akan semakin tercium saat disantap hangat. Pengkang sangat populer, terutama saat bulan Ramadan dan perayaan hari-hari besar lainnya di kalangan masyarakat Melayu Pontianak.
Jejak interaksi budaya yang panjang di Pontianak tercermin jelas dalam sajian Mie Tiaw dan Mie Sago. Mie Tiaw, yang bisa Anda nikmati dalam dua pilihan, goreng atau berkuah, seringkali dipadukan dengan kekayaan hasil bumi lokal seperti daging sapi empuk, sayuran segar, dan tauge renyah. Hidangan ini merupakan bukti adaptasi kuliner Tionghoa yang kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari khazanah kuliner Pontianak.
Sementara itu, Mie Sago menawarkan sensasi tekstur kenyal yang khas. Terbuat dari pati sagu, hidangan ini digemari sebagai menu utama yang mengenyangkan atau sekadar camilan pengisi perut di siang hari. Keduanya tidak hanya populer di kalangan warga Pontianak, namun juga telah menjelma menjadi duta kuliner kebanggaan Kalimantan Barat di mata para pelancong yang gemar berburu cita rasa unik.
Di tengah gegap gempita menu kuliner utama, camilan sederhana seperti Pisang Goreng Pontianak justru mampu mencuri perhatian para pecinta makanan. Berbeda dengan pisang goreng pada umumnya, versi Pontianak seringkali disajikan dengan siraman saus srikaya manis legit atau kreasi rasa kekinian seperti durian dan keju. Sentuhan modern ini membuat pisang goreng Pontianak tetap relevan dan digemari di era sekarang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media